Aktor Inggris Daniel Radcliffe mengungkapkan bahwa ia pernah menerima tawaran proyek yang menurutnya termasuk salah satu ide terburuk sepanjang kariernya di industri film.
Tawaran tersebut adalah remake film klasik The Wizard of Oz yang akan dibintangi trio utama waralaba Harry Potter, yakni Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint.
Proyek itu ditawarkan ketika ketiganya masih berada di puncak popularitas sebagai bintang muda lewat film-film penyihir tersebut.
Dalam wawancaranya di acara YouTube populer Hot Ones, Radcliffe menceritakan bahwa konsep remake tersebut terasa janggal sejak awal. Ia mengatakan ide itu muncul pada masa kejayaan Harry Potter, saat namanya bersama Watson dan Grint sedang menjadi sorotan global.
Seorang pihak disebut mendekati mereka dengan gagasan untuk memerankan karakter-karakter ikonik di dunia Oz dalam versi baru.
“Salah satu ide terburuk yang pernah saya dengar, saat era Potter, seseorang datang kepada kami dan saya rasa mereka ingin memasangkan kami bertiga, saya, Emma, dan Rupert, dalam remake ‘Wizard of Oz,’ di mana Emma menjadi Dorothy,” ujar Radcliffe.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak lagi mengingat secara detail peran apa yang ditawarkan kepada Grint dalam konsep tersebut. Namun satu hal yang masih membekas dalam ingatannya adalah karakter yang akan ia mainkan.
“Saya tidak ingat Rupert akan jadi apa, dan saya hanya ingat bahwa saya akan menjadi singa, tapi dia juga tahu karate,” katanya.
Radcliffe kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa karakter tersebut bukan sekadar Singa Penakut seperti dalam versi klasik, melainkan sosok yang memiliki kemampuan bela diri.
“Saya jadi semacam singa penakut yang menendang pakai karate,” ucapnya. Ia bahkan mengaku sudah meragukan ide itu sejak usia belia.
“Dan saya ingat saat itu saya berusia sekitar 14 atau 15 tahun dan saya berpikir, ‘Saya mungkin belum tahu banyak tentang dunia, tapi ini ide yang buruk dan seharusnya tidak dibuat.’”
Pernyataan Radcliffe tersebut langsung menarik perhatian penggemar film, terutama karena melibatkan dua waralaba besar yang memiliki basis penggemar lintas generasi.
The Wizard of Oz versi 1939 sendiri merupakan salah satu film musikal paling legendaris dalam sejarah Hollywood, dengan karakter Dorothy dan Singa Penakut yang sangat melekat di benak penonton. Menggabungkan trio Harry Potter ke dalam kisah tersebut tentu akan menjadi langkah berani, namun juga berisiko tinggi dari sisi kreatif.
Pada akhirnya, remake yang dimaksud tidak pernah terealisasi. Meski demikian, Hollywood tetap mencoba menghidupkan kembali dunia Oz dalam berbagai bentuk.
Pada 2013, sutradara Sam Raimi merilis film prekuel berjudul Oz the Great and Powerful. Film itu dibintangi oleh James Franco sebagai tokoh utama, dengan dukungan aktris seperti Mila Kunis, Michelle Williams, dan Rachel Weisz. Secara komersial, film tersebut mencatat pendapatan hampir 500 juta dolar AS di seluruh dunia.
Popularitas dunia Oz bahkan melonjak lebih tinggi melalui adaptasi musikal Wicked yang dirilis dalam dua bagian pada 2024 dan 2025. Dua film tersebut mencatatkan pendapatan gabungan sekitar 1,2 miliar dolar AS secara global, menegaskan bahwa kisah dari negeri Oz masih memiliki daya tarik kuat di pasar perfilman internasional.
Sementara itu, Radcliffe sendiri dikenal luas lewat delapan film “Harry Potter” yang dirilis antara 2001 hingga 2011. Ia, Watson, dan Grint tumbuh di depan kamera dan menjadi ikon generasi berkat peran mereka sebagai Harry, Hermione, dan Ron.
Setelah seri tersebut berakhir, ketiganya memilih jalur karier masing-masing dan jarang tampil bersama dalam proyek layar lebar lain.
Mereka sempat dipertemukan kembali dalam acara reuni televisi bertajuk Harry Potter 20th Anniversary: Return to Hogwarts yang tayang pada Januari 2022 melalui platform streaming HBO Max.
Program tersebut menjadi momen nostalgia bagi para penggemar dan memperlihatkan kedekatan para pemain utama setelah lebih dari satu dekade sejak film terakhir dirilis.
Pengakuan Radcliffe mengenai tawaran remake The Wizard of Oz ini menambah daftar panjang cerita unik di balik layar Hollywood. Meski dunia film kerap dipenuhi ide-ide ambisius, tidak semua konsep berakhir di layar lebar.
Dalam kasus ini, Radcliffe merasa keputusan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut adalah langkah yang tepat, bahkan sejak ia masih remaja.