Oasis, Mariah Carey, Phil Collins, dan Shakira masuk dalam daftar nominasi Rock and Roll Hall of Fame 2026 yang baru saja diumumkan, menandai persaingan ketat menuju pelantikan resmi yang dijadwalkan diumumkan pada April mendatang.
Selain empat nama besar tersebut, daftar Class of 2026 juga diramaikan oleh Lauryn Hill, Pink, The Black Crowes, Jeff Buckley, Melissa Etheridge, Billy Idol, INXS, Iron Maiden, Joy Division/New Order, New Edition, Sade, Luther Vandross, hingga Wu-Tang Clan.
Pengumuman ini langsung menyita perhatian publik musik global karena memadukan berbagai generasi dan warna musik, dari Britpop, pop diva era 1990-an, hingga hip-hop legendaris.
Ketua Rock and Roll Hall of Fame, John Sykes, menegaskan bahwa daftar nominasi tahun ini mencerminkan perkembangan musik yang terus bergerak dinamis.
“Daftar nominasi berbakat yang beragam ini mengakui wajah dan suara Rock & Roll yang terus berkembang serta dampaknya yang berkelanjutan terhadap budaya anak muda,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan, “Pelantikan ke dalam Rock and Roll Hall of Fame adalah kehormatan tertinggi di dunia musik dan kami menantikan untuk merayakan Class of 2026 musim gugur ini.”
Sesuai aturan, artis yang memenuhi syarat harus sudah merilis karya komersial pertama setidaknya 25 tahun lalu. Artinya, seluruh nominasi tahun ini melakukan debut pada 2001 atau sebelumnya.
Phil Collins sejatinya telah lebih dulu dilantik sebagai anggota Genesis, tetapi nominasi kali ini menjadi yang pertama baginya sebagai artis solo, mempertegas pengaruh panjangnya di industri musik.
Sejumlah nama tercatat sebagai nominasi pertama kali, termasuk Jeff Buckley, Melissa Etheridge, Lauryn Hill, INXS, New Edition, Pink, Shakira, Luther Vandross, dan Wu-Tang Clan. Di sisi lain, Mariah Carey kembali mencoba peruntungan setelah dua tahun terakhir namanya belum berhasil lolos ke daftar pelantikan.
Sementara itu, Iron Maiden, Joy Division/New Order, dan Oasis masing-masing menerima nominasi ketiga, menunjukkan konsistensi dukungan terhadap karya dan warisan musikal mereka. The Black Crowes, Billy Idol, dan Sade memperoleh nominasi kedua.
Sorotan khusus tertuju pada Oasis, bukan hanya karena pengaruh besar mereka dalam sejarah Britpop, tetapi juga sikap vokalisnya, Liam Gallagher, yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap institusi tersebut.
Saat Oasis menerima nominasi kedua tahun lalu, Liam menuliskan komentar pedas di media sosial X dengan menyebut, “Rock and Roll Hall of Fame itu untuk orang-orang tolol.” Ia bahkan menambahkan pernyataan kontroversial lain yang mempertegas penolakannya terhadap lembaga tersebut.
Namun, di balik kritik keras itu, Liam mengakui tetap akan menghadiri acara pelantikan jika Oasis benar-benar terpilih. Ketika seorang penggemar menanyakan hal tersebut, ia menjawab, “Jelas saya akan datang dan bilang itu adalah hal TERBAIK yang pernah ada.”
Pernyataan itu menunjukkan ambiguitas sikap sang frontman, antara sindiran dan pengakuan akan prestise penghargaan tersebut.
Kritik terhadap Rock and Roll Hall of Fame juga pernah ia sampaikan dalam wawancara dengan The Sunday Times pada 2024. Ia mengatakan tidak ingin menjadi bagian dari “apa pun yang mengganggu mental.
Ia lalu menambahkan, “Sebesar apa pun saya menyukai Mariah Carey dan sebagainya, saya ingin bilang: tolong lakukan saya satu hal dan enyah… Saya sudah melakukan lebih banyak untuk rock n’ roll dibanding setengah badut di dewan itu.”
Komentar tersebut memperlihatkan pandangannya bahwa kontribusi Oasis terhadap musik rock tak perlu validasi institusi mana pun.
Noel Gallagher, kakaknya sekaligus rekan satu band, juga pernah menyuarakan sikap serupa. Dalam wawancara dengan Rolling Stone pada 2017, Noel menceritakan pengalamannya saat dihubungi perwakilan Hall of Fame.
“Dia mulai berbicara panjang lebar, dan saya bilang, ‘Biar saya hentikan kamu di situ… itu tidak akan terjadi, oke?’” ujarnya. Meski demikian, Noel sempat melontarkan candaan ketika ditanya apakah Oasis pantas masuk. “Saya jelas merasa saya pantas! Mungkin bisa ada miniatur kecil saya di sana – patung kecil dengan kepala yang bisa bergoyang,” katanya.
Rock and Roll Hall of Fame selama ini dipandang sebagai salah satu penghargaan paling prestisius di industri musik global. Tahun sebelumnya, daftar artis yang dilantik mencakup Cyndi Lauper, Bad Company, The White Stripes, dan Soundgarden.
Dengan komposisi nominasi 2026 yang mencerminkan lintas genre dan generasi, persaingan menuju pelantikan resmi diprediksi berlangsung ketat. Para penggemar kini menanti pengumuman final pada April untuk mengetahui siapa saja musisi yang akan resmi tercatat dalam sejarah Rock and Roll Hall of Fame.