Chery, pabrikan asal China, mengonfirmasi akan meluncurkan kendaraan double-cab pertama di dunia yang mengusung teknologi diesel plug-in hybrid (PHEV) pada kuartal keempat tahun ini untuk pasar otomotif Australia..
Dengan kode internal KP31, kendaraan niaga ringan ini sebelumnya sempat diperkenalkan di China sebagai bagian dari sub-brand Rely dengan nama P3X. Namun untuk pasar Australia, kendaraan tangguh ini akan mengusung badge Chery dan dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi tinggi konsumen lokal .
Yang membuat gebrakan ini semakin menarik adalah pendekatan Chery yang serius menaklukkan pasar Australia. Pabrikan asal Wuhu ini bahkan mengirimkan tim insinyur khusus ke Australia untuk mempelajari kebutuhan pasar, memastikan bahwa KP31 tidak hanya sekadar kendaraan biasa.
Lucas Harris, Chief Operating Officer Chery Australia, mengungkapkan bahwa pihaknya secara intensif berkomunikasi dengan tim pengembang produk di China setiap minggu untuk memastikan kendaraan ini sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen Australia .
“Kami meminta tim R&D untuk fokus pada diesel, terutama karena kami hanya punya satu kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan kredibilitas kami di segmen kendaraan niaga,” ujar Harris, melansir dari GoAuto, Senin (23/02/2026).
“Meskipun sebagian besar pelanggan tidak akan menggunakannya off-road setiap hari, hal pertama yang akan dilihat adalah ‘apakah kendaraan ini mampu atau tidak?’. Jadi menurut saya diesel adalah pilihan yang tepat untuk membuktikannya” .
Chery KP31 menggendong mesin diesel 2.5 liter turbo yang diklaim memiliki efisiensi termal mencapai 47 persen – angka yang tergolong sangat tinggi untuk mesin diesel . Mesin ini dipadukan dengan sistem plug-in hybrid yang membuatnya mampu menghasilkan tenaga hingga 210kW dan torsi mencengangkan sebesar 650Nm .
Dari segi dimensi, versi produksi KP31 akan memiliki panjang 5.450mm, sedikit lebih pendek dari versi konsep yang mencapai 5.610mm. Lebarnya 1.920mm dan tinggi 1.925mm, membuatnya sejajar dengan kompetitor sekelas Ford Ranger dan Toyota HiLux .
Yang lebih mengesankan, kendaraan ini menjanjikan kapasitas muat mencapai 1.000 kg dan kemampuan menarik beban hingga 3,5 ton – setara dengan kendaraan niaga bermesin diesel konvensional . Chery juga mengklaim bahwa sistem diesel PHEV ini mampu mengurangi getaran hingga 30 persen dan konsumsi bahan bakar 10 persen lebih hemat dibandingkan diesel biasa .
Melansir dari News.Az, secara tampilan, Chery KP31 mengadopsi desain yang unik dengan sentuhan retro modern. Lampu depan bundar khas kendaraan off-road klasik dipadukan dengan body kotak yang tegas dan proporsional. Velg 17 inci dengan ban all-terrain BF Goodrich ukuran 285/70R17 menegaskan jiwa petualangnya .
Yang menarik, konsep KP31 juga dilengkapi dengan snorkel, pelindung bawah (bash plate), dan rak fleksibel di bak belakang untuk membawa barang panjang. Chery Australia mengonfirmasi bahwa versi produksi akan sangat mirip dengan konsep yang telah diperkenalkan .
Tidak hanya tampang garang, Chery membekali KP31 dengan fitur off-road serius. Kendaraan ini dikonfirmasi akan dilengkapi dengan differential lock depan, tengah, dan belakang – fitur yang biasanya hanya ada di kendaraan off-road dedicated. Selain itu, kendaraan ini juga diprediksi akan memiliki low-range transfer case dan mode off-road yang dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi medan .
Bahkan, prototipe KP31 juga memperlihatkan fitur Trail Turn Assist, yang mirip dengan teknologi pada Ford Ranger, di mana roda belakang bagian dalam akan mengunci untuk membantu kendaraan berputar lebih tajam di medan sempit .
Meski detail interior masih dirahasiakan, Chery dipastikan akan membawa teknologi canggih ke dalam kabin. Layar besar, sistem infotainment modern, dan konektivitas CarPlay akan menjadi standar. Tidak ketinggalan, fitur keselamatan aktif seperti adaptive cruise control, lane keep assist, dan kamera 360 derajat juga akan tersedia .
KP31 akan masuk ke segmen yang sudah padat di Australia. Kompetitor seperti BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha Hi4 sudah lebih dulu bercokol. Namun Chery percaya diri dengan keunikan teknologi diesel PHEV yang mereka tawarkan.
BYD Shark 6 yang mengusung mesin bensin 1.5 liter turbo dengan sistem plug-in hybrid mampu menghasilkan 321kW namun hanya memiliki kapasitas muat 790kg. Sementara GWM Cannon Alpha menawarkan kemewahan dan fitur lengkap namun dengan kapasitas muat yang lebih rendah .
Dengan menjanjikan kapasitas muat 1 ton, kemampuan menarik 3,5 ton, dan efisiensi bahan bakar berkat teknologi plug-in hybrid, Chery KP31 diposisikan sebagai kendaraan yang bisa memenuhi dua kebutuhan sekaligus: pekerja keras untuk para tradie (tukang) dan kendaraan petualang untuk keluarga.
Chery tidak berhenti di diesel. Pada tahun 2027, pabrikan ini berencana meluncurkan varian bensin PHEV dengan suspensi belakang coil-spring independent yang lebih fokus pada kenyamanan di jalan raya. Varian ini akan menjadi pesaing langsung BYD Shark 6 yang lebih berorientasi lifestyle .
Informasi lebih detail mengenai spesifikasi final akan diumumkan pada Mei 2026, menjelang peluncuran resmi di Q4 tahun yang sama. Harga masih dirahasiakan, namun Chery diprediksi akan kembali mengusung strategi agresif dengan harga kompetitif untuk menarik konsumen beralih dari merek-merek mapan.