Netflix resmi mengumumkan tanggal tayang musim kedua serial live-action Avatar: The Last Airbender, yang akan dirilis pada 25 Juni 2026 mendatang.
Kepastian ini disampaikan bersamaan dengan peluncuran video behind-the-scenes yang memberikan gambaran proses produksi sekaligus perkembangan cerita terbaru dari adaptasi kartun legendaris Nickelodeon tersebut.
Serial ini sebelumnya mencuri perhatian saat debut pada 2024 dan langsung mendapatkan respons besar dari penonton global. Melihat antusiasme tersebut, Netflix segera memperpanjang proyek ini untuk dua musim tambahan.
Dengan demikian, kisah Avatar: The Last Airbender versi live-action akan berakhir di musim keempat, mengikuti struktur cerita dari versi animasi aslinya yang telah lebih dulu menjadi fenomena budaya pop.
Produksi musim kedua dan ketiga dilakukan secara berurutan atau back-to-back untuk menjaga kesinambungan cerita dan kualitas visual.
Proses syuting musim kedua diketahui telah rampung pada Mei 2025, sementara pengerjaan musim terakhir dimulai tidak lama setelahnya. Strategi ini dinilai sebagai langkah efisien untuk mempertahankan momentum sekaligus meminimalkan jeda antar musim.
Dari sisi cerita, musim kedua akan melanjutkan perjalanan Aang sebagai Avatar, sosok yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan empat elemen sekaligus: udara, air, tanah, dan api.
Setelah berhasil mempelajari pengendalian air pada musim pertama, Aang kini berfokus menguasai elemen tanah. Dalam perjalanannya, ia tetap harus menghindari kejaran Bangsa Api yang dipimpin secara militeristik, termasuk ancaman dari Pangeran Zuko yang terus memburunya.
Salah satu daya tarik utama di musim kedua adalah kehadiran karakter baru, Toph, seorang pengendali tanah buta yang memiliki kemampuan luar biasa.
Karakter ini akan diperankan oleh Miyako dan diprediksi menjadi elemen penting dalam perkembangan kekuatan Aang. Kehadiran Toph juga menjadi salah satu momen yang paling dinantikan penggemar sejak musim pertama berakhir.
Deretan pemeran utama masih dipertahankan, termasuk Gordon Cormier sebagai Aang, Kiawentiio sebagai Katara, Ian Ousley sebagai Sokka, dan Dallas Liu sebagai Pangeran Zuko.
Selain itu, Paul Sun-Hyung Lee kembali memerankan Paman Iroh, sementara Elizabeth Yu hadir sebagai Putri Azula, Momona Tamada sebagai Ty Lee, dan Daniel Dae Kim sebagai Raja Api Ozai. Kombinasi ini diharapkan mampu menjaga konsistensi karakter sekaligus memperkuat dinamika konflik dalam cerita.
Di balik layar, terjadi perubahan penting dalam jajaran kreatif. Albert Kim, yang mengembangkan serial ini dan bertindak sebagai showrunner pada musim pertama, memutuskan mundur dari posisi tersebut pada April.
Meski demikian, ia tetap terlibat sebagai produser eksekutif. Kepemimpinan produksi kini dilanjutkan oleh Christine Boylan dan Jabbar Raisani yang dipercaya sebagai produser eksekutif untuk musim-musim berikutnya.
Selain nama-nama tersebut, tim produksi juga diperkuat oleh Dan Lin dan Lindsey Liberatore dari Rideback, serta Michael Goi yang turut berperan sebagai produser eksekutif.
Dalam hal penyutradaraan, Goi menggarap dua episode awal, diikuti Raisani untuk episode ketiga dan keempat. Sementara itu, Roseanne Liang menyutradarai episode lima dan enam, dan Jet Wilkinson menangani dua episode penutup di musim pertama.
Dalam materi promosi yang dirilis, Netflix menegaskan bahwa musim kedua akan menghadirkan skala cerita yang lebih besar serta pengembangan karakter yang lebih dalam.
Dalam pernyataan resminya, platform tersebut menyebut bahwa serial ini “akan terus mengeksplorasi perjalanan Aang dalam menguasai elemen-elemen sambil menghadapi ancaman yang semakin besar dari Bangsa Api.”
Dengan jadwal tayang yang sudah ditetapkan dan produksi yang berjalan sesuai rencana, musim kedua Avatar: The Last Airbender diproyeksikan menjadi salah satu rilisan besar Netflix tahun ini. Antusiasme penggemar yang tinggi, ditambah perluasan cerita serta kehadiran karakter ikonik, menjadi kombinasi kuat yang berpotensi mengulang kesuksesan musim perdananya.