Penyanyi pop dunia Britney Spears dilaporkan ditangkap oleh aparat penegak hukum di Ventura County, California, Amerika Serikat, atas dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau driving under the influence (DUI).
Informasi mengenai penangkapan tersebut muncul dari catatan resmi Kantor Sheriff Ventura County yang kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah media hiburan internasional.
Berdasarkan catatan penahanan yang dipublikasikan otoritas setempat, Spears ditangkap pada Rabu malam, 4 Maret, sekitar pukul 21.28 waktu setempat.
Setelah ditahan beberapa jam untuk proses administrasi dan pemeriksaan, ia resmi didaftarkan dalam sistem tahanan sekitar pukul 03.02 dini hari. Penyanyi berusia 43 tahun itu kemudian dibebaskan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.07 waktu setempat.
Kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan saja. Spears dijadwalkan menghadapi proses hukum berikutnya dengan sidang pengadilan yang telah ditetapkan pada 4 Mei mendatang. Hingga saat ini, pihak berwenang belum membeberkan secara rinci kronologi kejadian yang menyebabkan sang bintang pop ditahan.
Pihak perwakilan Spears kemudian mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Dalam keterangannya, mereka menyebut kejadian itu sebagai peristiwa yang sangat disayangkan sekaligus menjadi momentum bagi sang penyanyi untuk memperbaiki diri.
“Ini adalah kejadian yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan. Britney akan mengambil langkah yang tepat, mematuhi hukum, dan semoga ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan yang sudah lama diperlukan dalam hidupnya,” ujar perwakilan Spears dikutip Mashable Indonesia dari Billboard.
Perwakilan itu juga menambahkan bahwa orang-orang terdekat Spears akan berupaya memberikan dukungan kepada pelantun “Toxic” tersebut agar dapat melewati masa sulit yang sedang dihadapinya.
“Semoga ia bisa mendapatkan bantuan serta dukungan yang dibutuhkannya di masa sulit ini,” lanjut pernyataan itu.
Selain itu, keluarga juga disebut akan membantu menyusun rencana untuk memastikan kondisi Spears lebih stabil di masa mendatang. Anak-anaknya bahkan disebut akan meluangkan waktu untuk bersama sang ibu.
“Anak-anaknya akan menghabiskan waktu dengannya. Orang-orang terdekatnya akan menyusun rencana yang sangat dibutuhkan untuk membantu Britney membangun kembali kehidupannya demi kesejahteraan yang lebih baik,” kata perwakilan tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti perjalanan hidup Spears yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan publik. Penyanyi yang melejit lewat lagu Baby One More Time itu sebelumnya pernah berhadapan dengan masalah hukum pada 2007.
Saat itu, ia menyerahkan diri kepada kepolisian Los Angeles setelah dituduh terlibat dalam kasus tabrak lari.
Rekaman video yang beredar pada waktu itu memperlihatkan kendaraan Spears menabrak mobil yang sedang terparkir sebelum ia meninggalkan lokasi kejadian. Selain dugaan tabrak lari, ia juga sempat didakwa karena mengemudi tanpa memiliki surat izin mengemudi yang sah.
Beberapa bulan setelah kasus tersebut, Spears ditempatkan dalam pengawasan hukum berupa konservatori yang memberikan kendali atas keuangan dan sejumlah keputusan pribadinya kepada pihak lain.
Pengaturan hukum tersebut berlangsung selama 13 tahun sebelum akhirnya berakhir setelah perjuangan panjang sang penyanyi untuk mendapatkan kembali kebebasan atas hidupnya.
Kasus tabrak lari yang menjeratnya saat itu akhirnya dihentikan oleh pengadilan pada 2008.
Kabar mengenai dugaan DUI yang melibatkan Spears muncul di tengah perubahan aktivitasnya di media sosial. Dalam beberapa waktu terakhir, akun Instagram miliknya tampak menghilang.
Padahal sebelumnya ia cukup aktif membagikan berbagai momen pribadi, mulai dari video menari di rumah hingga aktivitas santai di laut.
Spears juga sering membagikan kebersamaan dengan putranya, Jayden. Ia memiliki dua anak laki-laki, Jayden dan Sean, dari pernikahannya dengan mantan suami Kevin Federline. Pada 2023, Federline pindah ke Hawaii bersama kedua anak mereka.
Meski begitu, Spears sempat mengungkapkan momen emosional pada akhir 2024 ketika akhirnya bisa bertemu kembali dengan Jayden setelah dua tahun tidak berjumpa.
Hubungan Spears dengan mantan suaminya juga sempat kembali menjadi sorotan setelah Federline merilis memoar berjudul You Thought You Knew pada Oktober lalu. Dalam buku tersebut, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi mantan istrinya.
“Sejujurnya, situasi dengan Britney terasa seperti sedang menuju sesuatu yang tidak bisa diperbaiki,” tulis Federline. “Sudah tidak mungkin lagi berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Dari sudut pandang saya, waktu terus berjalan dan kita semakin mendekati saat-saat terakhir. Sesuatu yang buruk bisa terjadi jika keadaan tidak berubah, dan ketakutan terbesar saya adalah anak-anak kami harus menanggung akibatnya.”
Spears tidak tinggal diam menanggapi pernyataan tersebut. Ia mengkritik keras isi buku Federline melalui unggahan di media sosial.
“Gaslighting yang terus-menerus dari mantan suami saya sangat menyakitkan dan melelahkan,” tulis Spears saat itu.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya selama ini selalu berusaha mempertahankan hubungan dengan kedua anaknya.
“Saya selalu memohon dan berteriak agar bisa memiliki kehidupan bersama anak-anak saya. Hubungan dengan anak laki-laki remaja memang rumit. Situasi ini membuat saya merasa sangat terpuruk dan saya selalu meminta, bahkan hampir memohon, agar mereka tetap menjadi bagian dari hidup saya.”
Dalam beberapa kesempatan lain, Spears juga melontarkan kritik kepada keluarganya, termasuk kepada ayahnya, Jamie Spears, yang selama bertahun-tahun mengendalikan keuangan dan kehidupannya dalam sistem konservatori. Tuduhan bahwa ia dieksploitasi oleh sang ayah telah dibantah oleh Jamie Spears.
Melalui sejumlah unggahan di media sosial, Spears bahkan pernah menulis sindiran tajam kepada keluarganya, termasuk pernyataan bahwa ia merasa beruntung masih hidup setelah berbagai pengalaman yang ia rasakan selama bertahun-tahun.