Film dokumenter terbaru milik BTS berjudul The Return dipastikan tayang perdana pada Jumat, 27 Maret 2026, menghadirkan kisah di balik layar perjalanan comeback grup tersebut setelah hiatus panjang akibat wajib militer.
Proyek ini langsung menarik perhatian global karena tidak hanya menyoroti proses kreatif album terbaru mereka Arirang, tetapi juga mengusung konsep naratif yang terinspirasi dari mitologi Yunani, khususnya kisah Odyssey.
Disutradarai oleh Bao Nguyen, dokumenter ini menjadi penanda kembalinya tujuh anggota BTS dalam satu panggung untuk pertama kalinya sejak 2022. Film tersebut memperlihatkan momen-momen emosional saat para anggota kembali berkumpul, menyusun musik baru, hingga mempersiapkan tur dunia terbesar dalam karier mereka.
Nguyen mengungkapkan bahwa ide besar film ini sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, tepatnya saat ia menyaksikan langsung konser BTS di California pada 2021. Ia melihat paralel antara perjalanan BTS dan kisah Odysseus dalam mitologi Yunani.
“Ketika saya berada di konser itu, rasanya sangat epik dalam banyak hal. Bagi saya, BTS seperti Odysseus yang pergi berperang dan ARMY seperti Penelope, yang merindukan kepulangan para pahlawannya,” ujarnya dikutip Mashable Indonesia dari NME.
Menurut Nguyen, gagasan tersebut sempat tertunda karena para anggota BTS menjalani wajib militer dan fokus pada kehidupan masing-masing. Namun pada musim panas 2025, ia kembali dihubungi untuk menggarap proyek ini.
“Mereka mengatakan, ‘Grupnya sudah kembali. Mereka sedang merekam album. Apakah kamu tertarik membuat film tentang itu?’ Dari situlah semuanya dimulai,” kata Nguyen.
Pendekatan filosofis film ini juga diperkuat oleh diskusi langsung dengan RM, yang secara kebetulan membahas konsep waktu dalam mitologi Yunani. Nguyen menceritakan momen tersebut terjadi saat mereka berada dalam perjalanan menuju studio di Los Angeles.
“Dia mulai membahas tentang kairos dan chronos, yaitu konsep waktu dalam mitologi Yunani. Chronos adalah waktu yang terukur dan linear, sementara Kairos adalah waktu yang tidak terukur, seperti momen dalam hidup yang bersifat sementara,” tambahnya.
Nguyen menilai perspektif RM menunjukkan bahwa narasi yang ia bangun ternyata sejalan dengan pandangan internal para anggota.
“Apa yang saya lihat dari luar tentang perjalanan mereka ternyata juga mereka rasakan sendiri. Dan RM jelas sosok yang sangat filosofis dan bijaksana. Saat dia mengatakan itu, saya tahu kami punya peluang membuat film yang benar-benar luar biasa,” ujarnya.
Menjelang perilisan dokumenter, BTS telah lebih dulu menggelar konser gratis berskala besar di Gwanghwamun Square, Seoul. Acara tersebut disiarkan ke lebih dari 190 negara melalui Netflix dan dihadiri sekitar 104.000 penonton secara langsung. Angka tersebut mencatat rekor sebagai konser publik terbesar dalam sejarah Korea Selatan.
Dalam konser tersebut, BTS memperkenalkan sejumlah lagu baru dari album Arirang, termasuk Body to Body, Hooligan, 2.0, dan Like Animals. Penampilan tersebut juga diwarnai kondisi RM yang harus tampil sambil duduk setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat latihan.
Album Arirang sendiri mendapat respons positif dari berbagai kritikus musik. Media NME memberikan rating empat bintang dan menyoroti kedalaman tema yang diusung.
Dalam ulasannya disebutkan, “Sebagian besar Arirang bermain di antara dua kutub—BTS sebagai pahlawan atau manusia biasa, hiruk-pikuk sorotan publik dan ketenangan kehidupan pribadi.”
Ulasan tersebut juga menekankan arah musikal BTS yang kembali ke akar mereka. “Comeback BTS ke akar mereka bukan hanya soal identitas budaya, tetapi juga kembali pada musik yang pertama kali mereka usung. Paruh pertama Arirang kental dengan hip-hop, penuh energi dan sikap yang membuatnya menjadi perkenalan ulang yang kuat,” tulisnya.
Setelah perilisan film dan album, BTS dijadwalkan memulai tur dunia 2026–2027 yang akan mencakup 34 wilayah dengan total 79 pertunjukan. Tur ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang karier mereka, sekaligus menjadi momen penting yang menandai babak baru perjalanan grup setelah melewati masa hiatus.
Dengan kombinasi konsep mitologi, kedalaman cerita personal, serta skala produksi yang masif, The Return diproyeksikan menjadi salah satu dokumenter musik paling dinantikan tahun ini, sekaligus memperkuat posisi BTS sebagai fenomena global yang terus berevolusi di industri musik dunia.