Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Meksiko dalam kondisi aman menyusul situasi mencekam di negara bagian Jalisco setelah tewasnya pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau dikenal sebagai El Mencho.
Pemerintah Indonesia menegaskan terus memantau perkembangan keamanan dan meminta para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban dalam eskalasi kekerasan tersebut.
“Hingga saat ini seluruh WNI yang tinggal dan bekerja di Meksiko, terutama di Negara Bagian Jalisco dalam keadaan baik dan seluruhnya sedang membatasi kegiatan di luar rumah,” ujar Heni dalam keterangan resminya.
Menurut dia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mexico City telah menyiapkan langkah antisipatif apabila situasi memburuk.
“KBRI telah memiliki rencana-rencana kontijensi yang sewaktu-waktu dapat diimplementasikan apabila dipandang diperlukan,” katanya.
Data KBRI mencatat terdapat 45 WNI yang bermukim di wilayah Jalisco. Juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan sebagian besar WNI tersebut berprofesi sebagai rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan.
“Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan,” kata Vahd.
Ia memastikan seluruh WNI telah mengikuti arahan otoritas setempat untuk tetap berada di tempat aman.
“Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Kemlu juga mengimbau agar WNI meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi intensif dengan perwakilan RI.
“KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif, mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City,” kata Vahd.
Bagi masyarakat Indonesia yang memiliki rencana bepergian ke Meksiko, pemerintah menyarankan penundaan perjalanan.
“Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif,” tuturnya.
Situasi keamanan di Jalisco memanas setelah baku tembak antara pasukan keamanan Meksiko dan kelompok CJNG pada 22 Februari 2026 lalu.
Bentrokan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan orang dari kedua belah pihak, termasuk El Mencho yang selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam jaringan kartel narkotika Meksiko.
Insiden itu memicu aksi balasan berupa pembakaran fasilitas umum, blokade jalan, serta gangguan operasional di sejumlah wilayah.
Dampak kerusuhan bahkan merembet pada sektor transportasi udara. Sejumlah penerbangan domestik dan internasional dilaporkan terdampak, terutama di Guadalajara dan Puerto Vallarta.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya. Dalam pernyataan resmi di media sosial X, otoritas AS menyebut, “Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan meluas serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait di banyak wilayah Meksiko, warga negara AS harus berlindung di tempat aman sampai pemberitahuan lebih lanjut.”
Pemerintah Kanada juga menyampaikan imbauan serupa. Ottawa meminta warganya tetap tenang, mematuhi arahan otoritas lokal, dan berlindung di tempat aman di sejumlah negara bagian, termasuk Jalisco, Michoacan, dan Guerrero, menyusul laporan adu tembak serta ledakan.
Merespons situasi tersebut, anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama negara.
“Kondisi yang berkembang di Jalisco sangat mengkhawatirkan. Negara harus hadir memastikan seluruh WNI dalam keadaan aman. Keselamatan mereka adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujarnya dilansir Mashable Indonesia dari Antara.
Ia meminta KBRI di Mexico City terus memperbarui data dan menjalin komunikasi aktif dengan seluruh WNI. “KBRI harus aktif menjangkau dan memastikan kondisi setiap WNI. Jika situasi semakin tidak terkendali, pemerintah perlu segera menyiapkan langkah evakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata Oleh.
Komisi I DPR RI, lanjutnya, akan memantau perkembangan secara intensif dan berkoordinasi dengan Kemlu untuk memastikan perlindungan maksimal bagi WNI.
“Negara tidak boleh lengah. Dalam situasi konflik seperti ini, kecepatan respons dan koordinasi menjadi kunci untuk melindungi warga kita di luar negeri,” tuturnya.
Hingga kini, berdasarkan pemantauan KBRI, kondisi di sejumlah titik di Jalisco dilaporkan mulai berangsur stabil meski aparat keamanan masih disiagakan.
Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memonitor situasi secara real time guna menjamin keselamatan seluruh WNI di Meksiko di tengah dinamika keamanan yang masih berkembang.