Aktor legendaris Hollywood Arnold Schwarzenegger mengungkapkan kemungkinan kembalinya ia ke sejumlah waralaba film aksi yang pernah melambungkan namanya.
Dalam sebuah percakapan di ajang Arnold Sports Festival yang digelar di Columbus, Ohio, sang aktor menyebut bahwa dirinya tengah berdiskusi untuk kembali tampil dalam tiga film ikonik sekaligus, yakni Predator, Conan the Barbarian, dan Commando.
Bahkan, aktor kelahiran 30 Juli 1947 itu menyebut proyek lanjutan seperti Conan 3 dan Commando 2 mulai dibicarakan di balik layar.
Dalam kesempatan tersebut, Schwarzenegger mengungkapkan bahwa sutradara Dan Trachtenberg yang belakangan dikenal lewat penggarapan film-film terbaru di semesta Predator tertarik untuk melibatkan dirinya dalam proyek berikutnya.
Ia menyebut pembicaraan mengenai kemungkinan tersebut sudah terjadi, meskipun belum ada pengumuman resmi dari studio.
“Mereka membuat tambahan film ‘Predator’ dan sutradaranya melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Sekarang dia ingin saya tampil di ‘Predator’ berikutnya. Kami sudah membicarakannya,” kata Schwarzenegger dilansir Mashable Indonesia dari Variety.
Ia menambahkan bahwa pihak studio juga menunjukkan minat besar untuk menghidupkan kembali karakter-karakter klasik yang pernah ia perankan.
“Bahkan, Fox Studios seperti menemukan kembali Arnold. Mereka datang kepada saya dan berkata, ‘Kami ingin kamu melakukan “Predator”, dan kami baru mendapatkan naskah untuk kamu membintangi “Commando 2”,’” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari pengunjung konvensi.
Selain dua proyek tersebut, Schwarzenegger juga membicarakan rencana kelanjutan kisah Conan, karakter barbar yang pertama kali ia perankan pada awal 1980-an.
Ia mengatakan studio telah merekrut penulis sekaligus sutradara berpengalaman yang sebelumnya banyak bekerja sama dengan Tom Cruise dalam beberapa film terbaru waralaba Mission: Impossible. Sosok yang dimaksud diduga adalah Christopher McQuarrie, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Schwarzenegger menjelaskan bahwa konsep film terbaru yang disebut sebagai King Conan akan menyesuaikan dengan usianya saat ini. Ia menegaskan bahwa karakter yang ia perankan tidak lagi digambarkan seperti seorang pejuang muda, tetapi sebagai sosok raja yang telah melalui perjalanan panjang.
“Sekarang yang mereka lakukan adalah menulis perannya. Mereka tidak menulisnya seolah-olah saya masih berusia 40 tahun. Perannya dibuat sesuai dengan usia saya sekarang. Saya tetap akan masuk ke sana dan menendang pantat beberapa orang, tetapi dengan cara yang berbeda,” kata Schwarzenegger.
Ia juga membocorkan sedikit gambaran cerita dari film tersebut. Menurutnya, kisah King Conan akan berfokus pada masa tua sang karakter setelah puluhan tahun memerintah.
“Dengan ‘King Conan’, ceritanya sangat menarik. Conan sudah menjadi raja selama 40 tahun dan kemudian dia dipaksa keluar dari kerajaannya. Tentu saja akan ada konflik, tetapi entah bagaimana dia kembali dan di dalamnya ada berbagai kegilaan, kekerasan, sihir, makhluk-makhluk aneh, dan hal-hal seperti itu,” ujarnya.
“Sekarang juga ada berbagai efek khusus. Studio punya banyak uang untuk membuat film-film itu menjadi sangat besar, jadi saya sangat menantikan semua proyek tersebut,” lanjutnya.
Karakter Conan sendiri menjadi salah satu peran yang membuka jalan bagi Schwarzenegger untuk dikenal luas di industri film Hollywood.
Ia pertama kali memerankan tokoh tersebut dalam film Conan the Barbarian pada 1982, kemudian dilanjutkan dalam Conan the Destroyer pada 1984. Kedua film itu menjadi tonggak penting dalam kariernya sebagai bintang film aksi.
Upaya untuk menghidupkan kembali waralaba Conan sebenarnya sempat dilakukan pada 2011 dengan menunjuk Jason Momoa sebagai pemeran utama. Namun film tersebut gagal memenuhi ekspektasi box office setelah hanya meraih sekitar 63 juta dolar AS secara global, meski diproduksi dengan anggaran sekitar 90 juta dolar AS.
Dalam memoarnya yang terbit pada 2023 berjudul Be Useful: Seven Tools for Life, Schwarzenegger juga mengenang pengalaman ekstrem yang ia jalani selama proses syuting film Conan pertama bersama sutradara John Milius.
Ia menggambarkan proses produksi yang penuh tantangan fisik, mulai dari belajar menunggang berbagai hewan hingga melakukan adegan berbahaya.
“Saya belajar menunggang kuda, unta, dan gajah. Saya belajar bagaimana melompat dari batu besar, bagaimana memanjat dan berayun dari tali panjang, serta bagaimana jatuh dari ketinggian,” tulisnya. “Pada dasarnya saya seperti kembali ke sekolah kejuruan lain, kali ini untuk calon pahlawan film aksi.”
Ia juga menceritakan berbagai pengalaman berat selama syuting. “Saya merangkak melewati bebatuan berulang kali sampai lengan saya berdarah. Saya berlari dari anjing liar yang berhasil menangkap saya dan menarik saya ke semak berduri. Saya bahkan harus menggigit bangkai burung nasar sungguhan yang membuat saya harus berkumur dengan alkohol setelah setiap pengambilan gambar.”
Terkait waralaba Predator, Schwarzenegger sebenarnya sudah sempat muncul secara tidak langsung dalam film animasi antologi Predator: Killer of Killers yang juga digarap Trachtenberg.
Dalam film tersebut, karakter ikoniknya, Mayor Alan “Dutch” Schaefer, ditampilkan berada di dalam ruang animasi tertunda, yang dianggap sebagai petunjuk bahwa karakter tersebut masih bisa kembali dalam proyek film berikutnya.
Meski belum ada jadwal produksi resmi yang diumumkan, pernyataan Schwarzenegger memunculkan harapan baru bagi para penggemar film aksi klasik. Jika proyek-proyek tersebut benar-benar terealisasi, publik berpeluang menyaksikan kembalinya salah satu ikon terbesar Hollywood dalam peran-peran legendaris yang pernah membentuk kariernya.