Wajah industri perhotelan dunia resmi memasuki babak baru. SiteMinder, platform hotel commerce raksasa yang menghubungkan puluhan ribu properti di 150 negara, baru saja mengumumkan ekspansi radikal pada platformnya.
Kini, hotel tidak hanya bergantung pada situs pencarian konvensional, tetapi bisa langsung ditemukan dan dipesan melalui ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT dan Claude.
Langkah ini diambil untuk merespons pergeseran drastis cara wisatawan merencanakan perjalanan mereka. Dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem distribusi, SiteMinder memastikan hotel-hotel di seluruh dunia tetap terlihat (visible) dan kompetitif di tengah tren pencarian masa depan yang lebih personal dan berbasis percakapan.
Kolaborasi Strategis: Menjadikan AI Sebagai ‘Resepsionis Digital’
Melalui pengumuman ini, SiteMinder memperkenalkan dua pengembangan besar yang akan mengubah peta persaingan industri. Pertama, solusi penggerak permintaan Demand Plus kini dikembangkan melampaui kanal metasearch tradisional seperti Google dan TripAdvisor.
Dengan integrasi terbaru ini, wisatawan yang sedang melakukan riset perjalanan melalui AI bisa mendapatkan rekomendasi hotel yang relevan dengan harga real-time, bahkan menyelesaikan pesanan langsung ke situs resmi hotel.
Sebagai langkah awal, SiteMinder menggandeng DirectBooker sebagai mitra perdana. Sinergi ini memungkinkan tarif hotel terhubung secara instan ke berbagai platform AI, sehingga hotel dapat menjangkau calon tamu pada momen-momen krusial saat mereka melakukan pencarian.
Channels Plus: Integrasi Mulus dengan OTA Berbasis AI
Pengembangan kedua hadir melalui Channels Plus. Solusi distribusi multi-channel ini kini memberikan akses bagi agen perjalanan daring (OTA) dan perantara yang didukung AI untuk mengakses inventaris hotel SiteMinder.
Artinya, seluruh pengalaman tamu, mulai dari membandingkan harga hingga konfirmasi pemesanan, terjadi sepenuhnya di dalam platform AI mitra, sementara data pesanan akan diteruskan secara otomatis ke sistem hotel melalui SiteMinder.
Teknologi di balik kemudahan ini didukung oleh Model Context Protocol (MCP). Standar teknis ini memungkinkan platform AI mengakses data hotel secara langsung dan real-time. Keunggulannya? Wisatawan tidak akan lagi menemui informasi harga yang usang atau status kamar yang tidak akurat, yang sering menjadi kendala pada sistem informasi statis.
Respons Terhadap ‘Changing Traveller Report 2026’
Inovasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan riset terbaru SiteMinder, Changing Traveller Report 2026, ditemukan fakta bahwa 80% wisatawan kini mendambakan bantuan AI dalam proses pemesanan akomodasi mereka. Pergeseran perilaku ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaku industri perhotelan harus segera beradaptasi.
CEO SiteMinder, Sankar Narayan, menegaskan bahwa relevansi adalah kunci. “Seiring pesatnya penemuan hotel yang didorong AI, kami memberikan cara baru bagi properti untuk ditemukan dan dikonversi. Bagi pelaku industri perhotelan, ini berarti hadir dan dapat dipesan di setiap titik penemuan baru,” jelasnya.
Sanjay Vakil, CEO DirectBooker, menambahkan bahwa setiap hotel, baik skala besar maupun butik, berhak untuk ditemukan melalui jalur modern ini. “Kemitraan ini memastikan hotel menjadi pihak yang paling diuntungkan dari pergeseran tren ini,” ujarnya.
Peluang Signifikan Bagi Pelaku Industri di Seluruh Dunia
Para praktisi perhotelan, termasuk Norman Arundel dari EVT Group (Australia, Selandia Baru, dan Eropa), menyambut hangat langkah ini. Menurutnya, melihat perilaku tamu secara real-time menunjukkan arah yang jelas: AI adalah bagian tak terpisahkan dari cara pelancong masa kini memilih tempat menginap.
Dengan mengelola lebih dari 2,5 juta kamar dan memproses 300 juta malam kamar setiap tahunnya, SiteMinder memposisikan diri sebagai pemimpin infrastruktur perdagangan hotel. Melalui ekspansi berbasis AI ini, SiteMinder tidak hanya membantu hotel bertahan, tetapi juga berkembang pesat di era distribusi perjalanan masa depan yang serba cerdas dan otomatis.