Sebuah insiden penabrakan kendaraan yang menargetkan sinagoga Yahudi di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, memicu kepanikan pada Kamis (12/03/26) sore waktu setempat.
Seorang pria yang mengemudikan mobilnya hingga menabrak bangunan sinagoga Temple Israel dilaporkan tewas setelah kendaraan yang digunakannya terbakar di dalam gedung.
Peristiwa yang terjadi di kawasan West Bloomfield, pinggiran kota Detroit, kini tengah diselidiki sebagai tindakan kekerasan yang secara khusus menargetkan komunitas Yahudi. Penyelidikan melibatkan aparat lokal serta agen federal dari Federal Bureau of Investigation (FBI).
Sheriff Oakland County, Mike Bouchard, menjelaskan bahwa pelaku mengemudikan kendaraannya langsung menembus pintu depan sinagoga sebelum melaju ke dalam lorong bangunan. Tidak lama setelah itu, kendaraan tersebut terbakar sehingga memicu kobaran api di dalam area gedung.
Menurut Bouchard, petugas keamanan sinagoga sempat melepaskan tembakan ketika kendaraan pelaku mendekati kompleks tempat ibadah tersebut.
Setelah mobil masuk ke dalam gedung, petugas keamanan juga menghadapi tersangka secara langsung di dalam bangunan.
“Petugas keamanan melakukan tugas mereka, lalu para petugas penanggap darurat menjalankan bagian mereka,” ujar Bouchard saat memberikan keterangan kepada media.
🚨 DEVELOPING: CAR CRASHES INTO JEWISH SYNAGOGUE IN MICHIGAN – ACTIVE SHOOTER REPORTED
• Vehicle deliberately driven into Temple Israel in West Bloomfield, Michigan, officials say
• Reports indicate shots were fired after the crash
• The vehicle caught fire after striking the… pic.twitter.com/lAtCANZZb5
— Breaking911 (@Breaking911) March 12, 2026
Dalam kejadian tersebut, seorang petugas keamanan sempat tertabrak kendaraan pelaku. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil serta diperkirakan akan pulih.
Kebakaran yang terjadi setelah kendaraan terbakar menyebabkan situasi semakin berbahaya bagi petugas yang berada di lokasi. Asap tebal dari bangunan membuat puluhan anggota kepolisian mengalami gangguan pernapasan.
Sedikitnya 30 polisi dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit karena menghirup asap ketika menangani kebakaran di lokasi kejadian.
Bouchard menyebut bangunan sinagoga sempat dilalap api sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.
“Bangunan itu sempat dilalap api,” kata Bouchard, seraya menambahkan bahwa penyelidik masih berupaya memastikan penyebab pasti kebakaran kendaraan tersebut.
Identitas pelaku hingga kini belum diumumkan kepada publik. Pihak kepolisian juga belum dapat memastikan penyebab kematian tersangka karena kondisi kendaraan yang terbakar menyulitkan proses identifikasi forensik.
“Kami belum bisa mengatakan apa yang menyebabkan kematiannya saat ini. Namun petugas keamanan memang sempat terlibat kontak tembak dengan tersangka,” ujar Bouchard.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, petugas juga memeriksa kendaraan pelaku secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bahan peledak atau perangkat berbahaya lain di dalamnya.
“Petugas memeriksa kendaraan itu untuk memastikan tidak ada bahan peledak, sebagai bentuk kehati-hatian,” jelasnya.
Agen khusus FBI, Jennifer Runyan, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai insiden yang sangat mengganggu dan tragis bagi masyarakat setempat.
“Insiden ini sangat mengganggu dan tragis,” kata Runyan dalam keterangannya.
Serangan tersebut juga memicu proses evakuasi darurat di area sinagoga. Temple Israel diketahui memiliki fasilitas prasekolah yang menampung puluhan anak. Saat kejadian berlangsung, seluruh siswa dan staf sekolah segera dipindahkan dari gedung untuk memastikan keselamatan mereka.
Pihak sinagoga menyatakan sekitar 140 siswa prasekolah berhasil dievakuasi ke sebuah klub pedesaan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Seluruh anak, guru, serta staf sekolah dipastikan dalam keadaan selamat setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Salah satu anggota jemaat Temple Israel, Lisa Stern, mengatakan ia langsung datang ke lokasi setelah mendengar kabar tentang serangan tersebut. Ia mengaku khawatir terhadap sejumlah temannya yang berada di dalam gedung saat insiden terjadi.
Stern memilih tidak mengirim pesan kepada mereka melalui telepon karena khawatir suara notifikasi ponsel dapat membocorkan posisi mereka jika situasi masih berbahaya.
“Saya tidak ingin mengirim pesan karena bunyi notifikasi bisa saja mengungkap lokasi mereka,” ujarnya.
Saat menunggu di seberang jalan dari lokasi kejadian, Stern menyaksikan banyak orang tua dan keluarga berdatangan dengan perasaan cemas untuk memastikan keselamatan anak-anak mereka yang berada di sekolah prasekolah tersebut.
“Awalnya, ketika mereka belum tahu apa yang terjadi, para orang tua sampai jatuh ke tanah karena panik. Untungnya hanya beberapa menit kemudian mereka diberi tahu bahwa anak-anak mereka aman,” kata Stern.
Menurutnya, lokasi sinagoga tersebut sebenarnya tidak terlihat jelas dari jalan utama. Karena itu, ia menduga pelaku kemungkinan telah mengetahui tata letak tempat ibadah tersebut sebelumnya.
“Mereka jelas tahu ke mana mereka pergi karena tahu di mana bisa menyebabkan kerusakan maksimal,” ujarnya.
Temple Israel merupakan salah satu sinagoga Yahudi Reform terbesar di Amerika Serikat. Tempat ibadah yang berdiri sejak 1941 itu memiliki sekitar 3.500 keluarga anggota dengan total sekitar 12.000 jemaat.
Wilayah West Bloomfield sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan populasi Yahudi yang cukup besar di Michigan. Berdasarkan data dari Jewish Federation of Metropolitan Detroit, sekitar 71.000 warga Yahudi tinggal di kawasan metropolitan Detroit.
Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas Yahudi di Amerika Serikat memang berada dalam kewaspadaan tinggi seiring meningkatnya kasus antisemitisme di berbagai wilayah negara tersebut, terutama setelah pecahnya Israel–Hamas War pada Oktober 2023.
Aparat penegak hukum setempat juga dilaporkan telah meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai rumah ibadah di wilayah tersebut sebagai bagian dari langkah pengamanan tambahan.
Sementara itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut menyampaikan simpati kepada komunitas Yahudi di Michigan serta warga Detroit setelah insiden tersebut. Ia menggambarkan peristiwa itu sebagai kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat.
Peristiwa ini sekaligus menambah daftar insiden kekerasan yang menargetkan rumah ibadah di Amerika Serikat, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin menjadi perhatian aparat keamanan dan komunitas keagamaan di berbagai wilayah negara tersebut.