Johnny Knoxville memastikan film Jackass 5 akan menjadi penutup perjalanan panjang waralaba komedi aksi ekstrem tersebut.
Dalam wawancara terbaru, aktor sekaligus stunt performer berusia 54 tahun itu menyebut proyek yang tengah dipersiapkan sebagai akhir yang paling masuk akal setelah lebih dari dua dekade Jackass menghibur penonton sejak pertama kali tayang di MTV pada 2000.
“Ini adalah tempat yang paling alami untuk mengakhirinya,” ujar Knoxville dalam wawancaranya bersama Rolling Stone yang dilansir Mashable Indonesia.
Ia bahkan menggambarkan film tersebut dengan nada bercanda khas Jackass. “Jadi film ini bakal benar-benar buruk.”
Knoxville menegaskan bahwa konsep kekacauan memang sudah menjadi identitas utama seri ini sejak awal. Ketika pewawancara mendoakan kesuksesan, ia justru membalik harapan itu.
“Kamu justru berharap ini tidak berjalan baik sama sekali! Harusnya jadi kecelakaan kereta yang kacau balau. Itu yang seharusnya kamu harapkan. Kurasa kami memang merancangnya seperti itu,” katanya.
Waralaba Jackass dikenal sebagai salah satu fenomena budaya pop awal 2000-an. Program televisinya memperlihatkan aksi nekat, eksperimen konyol, dan humor fisik berisiko tinggi yang dilakukan Knoxville bersama para rekannya.
Popularitasnya mendorong lahirnya sejumlah film layar lebar, baik yang bergaya dokumenter maupun produksi dengan struktur cerita, termasuk Jackass: The Movie, Jackass Number Two, hingga Jackass Forever yang rilis empat tahun lalu.
Pada Januari, Knoxville juga telah memberi sinyal kuat soal produksi film baru melalui unggahan di media sosial.
“Kami memulai tahun ini dengan gebrakan. Kami ingin memberi tahu bahwa musim panas ini Jackass kembali!! Sampai jumpa di bioskop 26 Juni,” tulisnya seraya menyertakan gambar logo Jackass.
Pernyataan itu sekaligus menandai dimulainya promosi awal film yang kini disebut sebagai penutup seri.
Dalam kesempatan yang sama, Knoxville menyinggung kondisi salah satu rekan lamanya, Bam Margera. Seperti diketahui, Margera sempat dikeluarkan dari Jackass Forever dan menggugat pihak produksi dengan tuduhan dipaksa menandatangani perjanjian kesehatan serta diberhentikan secara tidak sah setelah gagal tes narkoba akibat obat resep yang ia konsumsi. Gugatan itu kemudian dicabut beberapa bulan kemudian.
Knoxville menyampaikan empatinya terhadap Margera. “Aku dengar dia jauh lebih baik dan itu membuatku senang, karena kami sudah melalui begitu banyak hal bersama dan aku menyayanginya. Aku senang dia baik-baik saja,” ujarnya.
Margera sendiri diperkirakan tetap muncul di Jackass 5 melalui rekaman arsip dari produksi lama.
Meski kembali tampil, Knoxville mengakui dirinya kini harus lebih berhati-hati. Pengalaman cedera saat adegan menunggang banteng dalam Jackass Forever meninggalkan dampak serius. Ia mengatakan tidak lagi bisa melakukan aksi yang berisiko tinggi terhadap kepala.
“Aku tidak bisa melakukan apa pun yang berisiko membuatku mengalami gegar otak lagi,” katanya. Ia menambahkan jumlah cedera yang pernah dialaminya sudah terlalu banyak. “Aku tidak peduli hal lain. Aku hanya tidak bisa lagi terkena pukulan di kepala.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam perjalanan Jackass. Jika sebelumnya identik dengan aksi ekstrem tanpa batas, film terbaru akan menampilkan Knoxville dengan pendekatan yang lebih terukur, meskipun tetap mempertahankan humor kacau yang menjadi ciri khasnya.
Bagi penggemar, Jackass 5 bukan sekadar film komedi, melainkan penutup era. Sejak awal 2000-an, seri ini menjadi simbol keberanian sekaligus kenekatan generasi televisi kabel, mempengaruhi gaya hiburan internet hingga konten kreator modern.
Dengan keputusan Knoxville untuk menutup kisahnya, film tersebut diproyeksikan menjadi momen nostalgia besar bagi penonton yang tumbuh bersama aksi-aksi nekatnya.
Walau disebut sebagai ‘akhir’ ,Knoxville memberi kesan bahwa penonton tetap akan melihat tontonan yang sesuai identitas lama Jackass: berisik, berbahaya, dan sengaja berantakan.
Ia bahkan berharap hasil akhirnya terasa seperti kekacauan yang direncanakan, sesuatu yang selama ini justru menjadi alasan penggemar terus menantikannya.