Layanan ortopedi terintegrasi di Primaya Hospital Group terus diperkuat seiring meningkatnya kasus cedera olahraga di kalangan masyarakat usia produktif.
Melalui Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC) yang berlokasi di Bekasi Timur, fasilitas kesehatan ini mencatat telah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis dalam kurun waktu lima tahun sejak berdiri pada 2021.
Peningkatan layanan tersebut menjadi respons atas tren gaya hidup aktif yang semakin populer, namun di sisi lain turut memicu lonjakan cedera muskuloskeletal.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa cedera ligamen mencapai sekitar 41,1 persen, dengan mayoritas kasus terjadi pada area kaki dan lutut. Selain itu, sekitar 60 persen kasus didominasi oleh kelompok usia muda, yang berpotensi mengalami komplikasi lebih serius jika tidak ditangani sejak dini.
PSCOC hadir sebagai pusat layanan ortopedi terpadu yang tidak hanya fokus pada penanganan cedera, tetapi juga memastikan pemulihan pasien berjalan optimal melalui pendekatan menyeluruh.
Dalam lima tahun operasionalnya, layanan ini telah mencakup berbagai kasus mulai dari cedera olahraga, gangguan tulang belakang, hingga trauma kompleks yang membutuhkan penanganan spesialis.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Meizar Rizaldi, menegaskan bahwa penguatan layanan dilakukan melalui adopsi teknologi medis mutakhir.
“Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas layanan, PSCOC mengadopsi inovasi teknologi terkini, salah satunya Cyberdyne HAL (Hybrid Assistive Limb), teknologi exoskeleton robotic yang mendukung rehabilitasi dan membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien.”
“Selain itu, PSCOC juga mengembangkan Orthobiological Center yang menghadirkan layanan berbasis PRP, secretome, dan stem cell secara terintegrasi, mulai dari diagnosis, tindakan hingga rehabilitasi,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan teknologi, PSCOC juga mengintegrasikan pendekatan operatif dan non-operatif dengan dukungan tim dokter spesialis ortopedi multidisiplin.
Fasilitas yang tersedia meliputi berbagai metode diagnostik dan terapi, seperti pemeriksaan kepadatan tulang, pencitraan X-ray khusus, hingga terapi berbasis laser dan gelombang kejut yang dirancang untuk mempercepat proses pemulihan pasien.
Ketua Staf Medis Fungsional Ortopedi sekaligus dokter spesialis ortopedi dan traumatologi di Primaya Hospital Bekasi Timur, Evan, menekankan bahwa pendekatan komprehensif menjadi kunci keberhasilan layanan ini.
Menurutnya, penanganan tidak hanya berorientasi pada penyembuhan cedera, tetapi juga pada pemulihan fungsi tubuh dan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
“Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera, kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi. Ini menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Layanan PSCOC juga telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai organisasi olahraga nasional, termasuk klub dan asosiasi yang membutuhkan dukungan medis bagi para atlet. Kepercayaan ini memperkuat posisi fasilitas tersebut sebagai salah satu rujukan utama dalam penanganan cedera olahraga di Indonesia.
Sementara itu, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyebut pencapaian lima tahun PSCOC sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis integrasi antara keunggulan klinis dan teknologi.
“Pencapaian lima tahun PSCOC mencerminkan komitmen Primaya Hospital dalam memberikan layanan kesehatan yang mengintegrasikan keunggulan klinis, teknologi, dan ketulusan dalam perawatan.”
“Ortopedi menjadi salah satu center of excellence yang terus dikembangkan di Primaya Hospital Group, didukung oleh lebih dari 70 dokter spesialis ortopedi di 20 jaringan rumah sakit Primaya Hospital,” ungkapnya.
Ke depan, pengembangan layanan ortopedi akan terus dilakukan melalui penambahan subspesialisasi, termasuk ortopedi onkologi dan ortopedi anak, serta pemanfaatan teknologi medis terbaru untuk menjawab kebutuhan pasien yang terus berkembang.
Dengan jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, Primaya Hospital Group menargetkan akses layanan kesehatan yang lebih luas dan merata.
Selain memperkuat layanan medis, Primaya juga menyediakan kemudahan akses bagi pasien melalui platform digital, termasuk layanan pemesanan online dan informasi jadwal dokter. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pasien dalam mendapatkan perawatan.
Dengan kombinasi teknologi modern, tenaga medis berpengalaman, serta pendekatan layanan yang terintegrasi, PSCOC menjadi salah satu contoh transformasi layanan kesehatan ortopedi di Indonesia yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.