loading…
Sejarah haji berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS lebih dari 4.000 tahun lalu, yang mencakup pembangunan Kakbah dan pencarian air Zamzam. Ritual ini disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 10 Hijriah. Foto ilustrasi/i
Sejarah haji berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS , Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS lebih dari 4.000 tahun lalu, yang mencakup pembangunan Kakbah dan pencarian air Zamzam. Ritual ini disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 10 Hijriah. Ibadah haji diwajibkan bagi umat Islam sebagai napak tilas ketaatan dan keimanan.
Dalam Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 125-127, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun Kakbah di Makkah sebagai tempat ibadah pertama kalinya bagi umat manusia. Nabi Ibrahim dan Ismail AS melakukan ritual haji pertama, yang kemudian menjadi tradisi bagi umat Islam. Ritual ini meliputi tawaf di sekitar Kakbah, sai antara Safa dan Marwah, dan wukuf di Arafah.
Dirangkum dan disarikan dari berbagai sumber, berikut ringkasan singkat sejarah haji:
Haji dalam Lintasan Sejarah
1. Haji di Zaman Jahiliyah
Pada masa jahiliyah, haji menjadi tradisi bagi suku-suku Arab di Makkah. Mereka melakukan ritual haji dengan cara mereka sendiri, termasuk menyembelih hewan dan melakukan thawaf di sekitar Kakbah. Namun, ritual-ritual ini seringkali dicampuri dengan praktik-praktik pagan dan tidak sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim AS.
Baca juga: Hal-hal yang Diwajibkan dan Sunnah dalam Ibadah Haji
2. Haji di Zaman Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW melakukan haji wada’ (haji perpisahan) pada tahun 632 M, sebelum wafat. Haji ini menjadi contoh bagi umat Islam dan menetapkan ritual-ritual haji yang masih dipraktikkan hingga saat ini. Nabi Muhammad SAW juga menghapuskan praktik-praktik pagan dan mengembalikan ritual haji ke bentuk aslinya.
3. Perkembangan Haji Setelah Nabi Muhammad SAW
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, haji terus menjadi tradisi bagi umat Islam. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, haji menjadi lebih terorganisir dan ritual-ritualnya lebih distandarisasi. Khalifah Umar juga memperluas Masjidil Haram dan meningkatkan fasilitas bagi jemaah haji.
4. Haji di Zaman Modern
Pada abad ke-20, haji menjadi lebih mudah dijangkau dengan adanya transportasi modern. Pemerintah Arab Saudi juga melakukan perbaikan infrastruktur dan fasilitas bagi jemaah haji. Pada tahun 1950-an, pemerintah Arab Saudi membentuk Kementerian Haji untuk mengurus urusan haji.
Ritual-Ritual Haji meliputi:
1. Thawaf : Thawaf di sekitar Kakbah sebanyak 7 kali.
2. Sai : Sai antara Safa dan Marwah sebanyak 7 kali.
3. Wukuf : Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah.
4. Melempar Jumrah : Melempar batu ke jumrah pada tanggal 10-13 Zulhijjah.
5. Tahallul : Mencukur rambut atau memotong rambut pada tanggal 10 Zulhijjah.
Keutamaan Haji
Haji memiliki keutamaan yang besar bagi umat Islam, antara lain:
– Pengampunan Dosa : Haji dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan.
– Pahala Besar : Haji memiliki pahala yang besar dan tidak dapat dihitung.