Penampilan perdana Henry Cavill sebagai Connor MacLeod dalam film Highlander versi terbaru resmi diperkenalkan ke publik dalam ajang CinemaCon di Las Vegas, Rabu (15/04/26) waktu setempat.
Cuplikan awal film tersebut diputar dalam presentasi Amazon MGM Studios, sekaligus menandai langkah besar Cavill kembali ke genre fantasi setelah meninggalkan The Witcher.
Dalam rekaman video yang dibuat langsung dari lokasi syuting, Cavill memperkenalkan karakter yang ia perankan dengan dialog khas,
“Saya Connor MacLeod. Saya lahir pada tahun 1518. Dan saya abadi!” Kalimat tersebut menegaskan kembali konsep utama waralaba Highlander, yakni kisah para makhluk abadi yang hanya bisa mati melalui pertarungan mematikan.
Film ini disutradarai oleh Chad Stahelski, sosok di balik kesuksesan seri John Wick. Proyek ini menjadi karya panjang pertamanya sebagai sutradara utama di luar waralaba aksi tersebut, meskipun sebelumnya ia sempat terlibat dalam produksi film besar seperti Captain America: Civil War dan Birds of Prey sebagai sutradara unit kedua.
Pendekatan visual yang ditampilkan dalam cuplikan perdana menunjukkan gaya khas Stahelski, dengan adegan pertarungan jarak dekat yang intens, atmosfer malam yang kental, hingga permainan cahaya yang dramatis.
Selain Cavill, sejumlah nama besar turut meramaikan film ini, di antaranya Russell Crowe, Dave Bautista, Marisa Abela, Karen Gillan, Djimon Hounsou, serta Jeremy Irons. Seluruh jajaran pemeran ini juga sempat tampil dalam materi cuplikan yang diputar di CinemaCon.
Dari sisi cerita, Abela memberikan gambaran inti konflik yang akan dihadirkan. “Mereka semua sedang menuju sebuah peristiwa yang disebut ‘the gathering’, yang berarti hanya akan ada satu yang tersisa,” ujarnya dalam pesan video.
Sementara itu, Bautista yang memerankan karakter antagonis Kurgan menegaskan aturan utama dunia Highlander: “Cara mereka menjadi satu-satunya adalah dengan membunuh para makhluk abadi lainnya.”
Tak hanya mengandalkan aksi, film ini juga akan menghadirkan elemen nostalgia melalui musik dari Queen, yang sebelumnya menjadi bagian ikonik dari film Highlander versi 1986. Hal ini diharapkan mampu menghubungkan versi terbaru dengan akar klasiknya, sekaligus menarik perhatian penggemar lama.
Meski cuplikan telah diperlihatkan, Cavill mengungkapkan bahwa proses produksi film ini masih berada di tahap pertengahan. Ia menyebut tim produksi belum memulai pengambilan gambar di sejumlah lokasi penting seperti Dataran Tinggi Skotlandia, Hong Kong, dan Polandia. Pernyataan ini menandakan bahwa proyek tersebut masih memiliki perjalanan panjang sebelum benar-benar siap dirilis ke publik.
Waralaba Highlander sendiri pertama kali diperkenalkan melalui film tahun 1986 garapan Russell Mulcahy, yang dibintangi Christopher Lambert sebagai Connor MacLeod.
Cerita tentang para pejuang abadi yang bertarung lintas abad tersebut kemudian berkembang menjadi beberapa sekuel film, serial televisi, hingga animasi. Meski tidak selalu sukses secara komersial, Highlander berhasil membangun basis penggemar setia dan menjadi salah satu judul kultus dalam genre fantasi aksi.
Keterlibatan Cavill dalam proyek ini sebelumnya juga sempat ia singgung dalam CinemaCon 2024. Ia mengaku memiliki kedekatan pribadi dengan waralaba tersebut.
“Saya adalah penggemar film aslinya, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya,” kata Cavill. Ia juga mengungkapkan bahwa saat pertama kali membaca naskah, arah cerita sempat terasa tidak terduga. “Ini adalah salah satu proyek di mana saat membaca naskahnya, saya belum sepenuhnya yakin ke arah mana cerita ini akan dibawa.”
Namun demikian, aktor yang identik dengan peran Superman tersebut menjanjikan sesuatu yang berbeda, terutama dalam adegan aksi.
“Jika kalian merasa sudah pernah melihat saya menggunakan pedang sebelumnya, percayalah—kalian belum melihat apa pun,” ujarnya.
Dengan kombinasi sutradara berpengalaman di genre aksi, jajaran pemain papan atas, serta warisan cerita yang kuat, Highlander versi terbaru ini berpotensi menjadi salah satu film fantasi yang paling dinantikan, meskipun jadwal rilis resminya belum diumumkan.