Pameran kendaraan niaga terbesar di Indonesia, GIICOMVEC 2026, berakhir dengan capaian positif. Digelar pada 8–11 April 2026 di Jakarta International Expo, ajang ini kembali menegaskan perannya sebagai platform strategis bagi pelaku industri kendaraan komersial.
Penyelenggaraan tahun ini mencatat total 12.685 trade visitors, meningkat hampir 10 persen dibanding edisi sebelumnya. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelaku usaha lintas sektor yang memanfaatkan pameran untuk menjalin kemitraan serta mencari solusi transportasi bisnis.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyebut peningkatan jumlah pengunjung menjadi indikator positif bagi geliat industri. Ia menilai kehadiran pelaku bisnis yang tepat sasaran turut mendorong efektivitas transaksi dan kerja sama selama pameran berlangsung.
“GIICOMVEC menjadi ruang penting untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi teknologi kendaraan komersial,” ujarnya, Rabu (15/04/2026).
Keberhasilan penyelenggaraan juga didukung oleh pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pembukaan acara dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Eko S.A. Cahyanto yang mewakili Menteri Perindustrian, bersama Direktur Jenderal ILMATE Setia Diarta.
Kehadiran pemerintah dinilai penting dalam memperkuat arah kebijakan industri, sekaligus mendorong adopsi teknologi baru di sektor kendaraan komersial.
Sebanyak 14 merek kendaraan komersial berpartisipasi dalam pameran ini, termasuk Toyota, Mitsubishi Fuso, Isuzu, hingga pemain baru seperti Farizon dan Wuling.
Selain kendaraan, lebih dari 45 perusahaan pendukung turut menghadirkan inovasi di bidang karoseri, suku cadang dan sistem manajemen armada digital
Inovasi tersebut menjadi sorotan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi logistik dan transformasi digital di sektor transportasi.
Tidak hanya pameran, GIICOMVEC 2026 juga menghadirkan berbagai forum diskusi. Lebih dari 1.200 peserta tercatat mengikuti seminar dan workshop yang membahas isu strategis, mulai dari efisiensi operasional hingga tantangan rantai pasok.
Ketua penyelenggara, Anton Kumonty, menegaskan bahwa GIICOMVEC berperan sebagai jembatan antara teknologi dan kebutuhan bisnis.
“Pameran ini tidak hanya mendorong transaksi, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan pertukaran informasi bagi pelaku industri,” kata Anton.
Sejumlah asosiasi turut berpartisipasi, di antaranya Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Asosiasi Karoseri Indonesia, dan National Logistics Community, yang memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Dengan meningkatnya partisipasi dan antusiasme pelaku usaha, GIICOMVEC dinilai semakin relevan sebagai barometer perkembangan industri kendaraan komersial nasional. Pameran ini juga mencerminkan tren pergeseran menuju teknologi yang lebih efisien, digital, dan berkelanjutan.