Reuni grup pop global The Pussycat Dolls akhirnya benar-benar terjadi. Grup yang melejit pada era 2000-an itu mengumumkan kembali aktif bermusik dengan formasi baru sebagai trio yang terdiri dari Nicole Scherzinger, Kimberly Wyatt, dan Ashley Roberts.
Bersamaan dengan kabar tersebut, mereka merilis single terbaru berjudul Club Song serta mengumumkan tur dunia bertajuk PCD Forever Tour yang akan berlangsung sepanjang 2026.
Tur global tersebut dijadwalkan mencakup 53 pertunjukan di berbagai negara, dimulai dari Amerika Serikat sebelum berlanjut ke Eropa dan Inggris. Rangkaian konser akan dibuka pada 5 Juni di Acrisure Arena, Palm Desert, California, kemudian berlanjut ke sejumlah kota besar di Amerika seperti Phoenix, Tampa, hingga New York.
Trio ini juga dijadwalkan tampil di Madison Square Garden sebelum menutup rangkaian tur Amerika pada 1 Agustus di Dallas. Setelah itu, tur akan berlanjut ke Eropa mulai 9 September di Copenhagen dan berakhir di The O2, London pada 13 Oktober.
Peluncuran lagu Club Song menjadi penanda era baru bagi grup yang pernah mendominasi tangga lagu global tersebut. Lagu ini diproduseri oleh Mike Sabath dan ditulis bersama Nicole Scherzinger, Caroline Ailin, serta Solly. Single tersebut juga menjadi materi baru pertama mereka sejak merilis React pada 2020.
Selain menghadirkan musik baru, reuni ini juga akan dirayakan dengan perilisan ulang dua album ikonik mereka, yakni PCD dan Doll Domination, yang dijadwalkan meluncur kembali pada 8 Mei.
Versi perayaan tersebut akan menghadirkan sejumlah lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis, paket digital deluxe bertajuk “PCD Forever”, serta remix baru dari Devault dan Charlotte Plank.
Album PCD juga akan tersedia dalam format vinyl dan digital dengan tambahan materi baru, sementara Doll Domination untuk pertama kalinya akan dirilis dalam format piringan hitam ganda.
Album debut PCD yang dirilis pada 2005 menjadi fondasi kesuksesan global grup ini. Dari album tersebut lahir sejumlah lagu hit seperti Don’t Cha, Buttons, dan Stickwitu.
Lagu Buttons bahkan mencatatkan lebih dari satu miliar penayangan di YouTube pada Desember lalu, sementara Stickwitu pernah masuk nominasi penghargaan Grammy. Album tersebut juga menembus posisi lima besar tangga lagu Billboard 200 dan meraih sertifikasi empat kali platinum.
Kesuksesan itu berlanjut lewat album kedua Doll Domination yang dirilis pada 2008. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu populer seperti When I Grow Up, Bottle Pop, Whatcha Think About That, I Hate This Part, serta Hush Hush.
Selama perjalanan kariernya, The Pussycat Dolls telah menjual jutaan rekaman di seluruh dunia dan menjadi salah satu grup pop paling ikonik pada masanya.
Tur PCD Forever juga akan menghadirkan sejumlah bintang tamu pada beberapa konser tertentu, termasuk rapper Lil’ Kim dan penyanyi Mýa. Tiket tur di Amerika Utara akan tersedia melalui pra-penjualan mulai 18 Maret pukul 10.00 waktu setempat, sementara penjualan umum dimulai pada 20 Maret.
Untuk wilayah Eropa dan Inggris, akses awal tiket diberikan melalui mailing list mulai 18 Maret pukul 09.00 waktu setempat.
Sebelum pengumuman resmi ini, rumor mengenai reuni The Pussycat Dolls sebenarnya sudah beredar sejak akhir tahun lalu di media sosial. Spekulasi muncul setelah beredar kabar bahwa grup tersebut akan menandatangani kontrak dengan agensi Creative Artists Agency.
Saat itu pihak agensi sempat menyatakan bahwa mereka belum mewakili grup tersebut sebagai satu kesatuan, meskipun Nicole Scherzinger merupakan salah satu klien mereka.
Menjelang pengumuman resmi comeback, grup ini juga sempat memberi petunjuk melalui media sosial dengan memperkenalkan logo baru bertuliskan “PCD Forever”.
Sejumlah akun venue konser milik Live Nation bahkan mengunggah pesan berbunyi, “Kami menjamin pengumuman konser berikutnya akan membuat kalian tetap ‘Stickwitu’,” yang merujuk pada lagu hit mereka tahun 2005.
Reuni ini sekaligus menandai kebangkitan The Pussycat Dolls setelah rencana comeback sebelumnya gagal terwujud. Pada 2019, grup ini sempat mengumumkan akan bersatu kembali dan merilis musik baru dengan rencana tur dunia pada 2020.
Namun pandemi COVID-19 memaksa seluruh rencana tersebut ditunda hingga akhirnya dibatalkan pada 2022.
Selain pandemi, proses reuni juga sempat diwarnai sengketa hukum antara Nicole Scherzinger dan pendiri grup Robin Antin terkait pembatalan tur reuni tersebut. Perselisihan itu berlangsung selama beberapa tahun sebelum akhirnya kedua pihak mencapai kesepakatan.
Formasi asli The Pussycat Dolls sendiri sebelumnya juga melibatkan Carmit Bachar, Jessica Sutta, dan Melody Thornton. Grup ini pertama kali dibentuk oleh Robin Antin di Los Angeles pada 1995 sebagai kelompok pertunjukan burlesque sebelum berkembang menjadi grup musik pop setelah menandatangani kontrak dengan Interscope Records pada 2003.
Kini, setelah bertahun-tahun vakum dan berbagai rencana yang sempat tertunda, The Pussycat Dolls akhirnya memastikan kembalinya mereka ke panggung musik global dengan formasi baru, lagu segar, serta tur dunia yang diproyeksikan menjadi salah satu comeback pop terbesar dalam beberapa tahun terakhir.