Sebuah SUV listrik BYD Atto 3 menjadi sorotan dunia setelah dilaporkan selamat dari dampak ledakan rudal balistik di wilayah Yerusalem pada 1 Maret 2026. Meski berada sangat dekat dengan titik ledakan, struktur kendaraan disebut tetap utuh dan sistem baterainya tidak mengalami kebakaran.
Laporan yang dikutip dari ANTARA News dan media otomotif internasional menyebutkan kendaraan listrik tersebut berada tepat di tepi kawah yang terbentuk akibat ledakan rudal. Walau mengalami kerusakan fisik cukup berat, kabin kendaraan masih mempertahankan bentuknya sehingga penumpang di dalamnya dapat selamat.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengonfirmasi terdapat lima orang di dalam kendaraan saat ledakan terjadi. Seorang pengemudi dilaporkan mengalami luka sedang, sementara empat penumpang lainnya hanya men
Foto-foto dari lokasi kejadian memperlihatkan kondisi mobil yang rusak akibat serpihan dan tekanan ledakan. Seluruh kaca kendaraan pecah dan panel bodi terlihat penyok. Namun struktur utama kendaraan tetap bertahan.
Pilar A, B, dan C yang menopang kabin tidak runtuh, menandakan rangka kendaraan masih mampu menyerap dan mendistribusikan energi ledakan. Sekitar 85 persen struktur sasis mobil ini menggunakan baja berkekuatan tinggi, yang berperan menjaga integritas kabin saat terjadi benturan ekstrem.
Menariknya, lampu hazard kendaraan masih terlihat menyala setelah insiden. Hal ini menunjukkan sistem kelistrikan tegangan rendah pada mobil masih berfungsi meskipun terkena dampak gelombang kejut besar.
Kondisi tersebut juga membantu proses evakuasi korban. Pintu kendaraan masih dapat dibuka secara mekanis sehingga tim penyelamat tidak perlu menggunakan alat pemotong untuk mengevakuasi penumpang.
Salah satu sorotan utama dari insiden ini adalah stabilitas sistem baterai kendaraan listrik tersebut.
SUV ini menggunakan Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP) yang terintegrasi dalam platform listrik BYD e‑Platform 3.0. Meski kendaraan sebagian tergelincir ke dalam kawah akibat ledakan, paket baterai dilaporkan tidak mengalami kebakaran, asap, maupun gejala thermal runaway.
Para analis militer menyebut kendaraan ini tidak terkena hantaman langsung rudal. Namun tetap terpapar kombinasi tekanan gelombang kejut, serpihan logam, serta panas tinggi yang biasanya dapat menyebabkan kerusakan besar pada kendaraan sipil.
Insiden ini dinilai menjadi contoh ekstrem di dunia nyata terkait ketahanan struktur kendaraan modern, khususnya mobil listrik.
Model ini sendiri telah mengantongi rating keselamatan lima bintang dari lembaga pengujian tabrak internasional seperti Euro NCAP dan ANCAP, dengan skor perlindungan penumpang dewasa mencapai sekitar 91 persen.
Di pasar Israel, Atto 3 juga merupakan salah satu kendaraan listrik paling populer. Model ini tercatat sebagai mobil listrik terlaris pada 2024 dan 2025, sekaligus memperkuat posisi BYD sebagai pemain utama di pasar EV negara tersebut.