Pabrikan otomotif asal China, BAIC, bersiap memperkuat pasar kendaraan listrik di Indonesia dengan menghadirkan model baru yang diproyeksikan menjadi pesaing langsung BYD Atto 1.
Melalui anak usahanya BAIC Indonesia, perusahaan menargetkan peluncuran mobil listrik terjangkau bernama BAIC X1 BEV pada 2026, dengan harga yang diperkirakan berada di kisaran Rp200 jutaan.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan, pada 2026, BAIC Indonesia berencana meluncurkan dua model baru, yaitu Arcfox T1 dan BAIC X1. Dengan tambahan tersebut, total lini produk BAIC di Indonesia akan menjadi lima model, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Arcfox T1 diperkirakan dipasarkan pada kisaran Rp360 juta hingga Rp370 juta, sementara BAIC X1 ditargetkan berada di kelas mobil listrik terjangkau sekitar Rp200 jutaan.
Harga tersebut diharapkan tetap kompetitif apabila pemerintah melanjutkan kebijakan insentif kendaraan listrik yang sebelumnya berakhir pada akhir 2025.
BAIC juga melihat perubahan tren konsumen di Indonesia, khususnya di segmen mobil pertama.
Menurut Dhani, sebagian pembeli mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional seperti LCGC, terutama karena biaya operasional yang lebih rendah.
“Masyarakat mulai melihat mobil listrik sebagai alat transportasi sehari-hari yang lebih hemat biaya operasional,” ujarnya, di Jakarta, belum lama ini.
Namun ia mengakui bahwa kelanjutan insentif pemerintah tetap menjadi faktor penting dalam menjaga harga mobil listrik tetap terjangkau.
Urusan menggenjot penjualan, BAIC Indonesia punya strategi perusahaan ke depan berfokus pada tiga aspek utama, yakni memperluas jaringan dealer, menghadirkan produk baru, serta memperkuat citra merek BAIC di pasar domestik.
“Strategi kami ada tiga. Pertama memperluas jaringan dealer di Indonesia, kedua menghadirkan produk-produk baru, dan ketiga membangun brand BAIC agar semakin dikenal masyarakat,” ujar Dhani.
BAIC menargetkan pertumbuhan penjualan yang agresif pada 2026. Perusahaan membidik retail sales sebanyak 2.018 unit, atau meningkat sekitar 210 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mendukung target tersebut, BAIC berencana memperluas jaringan distribusi hingga 28 dealer di seluruh Indonesia.
Secara posisi pasar, BAIC juga berambisi meningkatkan peringkatnya di industri otomotif nasional. Jika sebelumnya berada di peringkat ke-27 dari total 42 merek mobil penumpang, perusahaan menargetkan dapat menembus 20 besar pasar passenger car Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Penjualan Ditopang SUV 4×4
Meski pasar otomotif nasional sempat mengalami penurunan pada 2024, BAIC justru mencatat pertumbuhan berkat model SUV berpenggerak empat roda.
Menurut Dhani, segmen 4×4 atau all-wheel drive menjadi salah satu faktor utama peningkatan penjualan perusahaan.
“Kami melihat segmen kendaraan 4×4 justru berkembang cukup baik dan membantu mendongkrak kinerja BAIC,” katanya.
Penjualan BAIC tercatat tumbuh sekitar 27 persen dari 2024 ke 2025, didorong oleh dua model utama yaitu BAIC BJ40, yang menjadi produk andalan sejak 2024 serta BAIC BJ30, yang diperkenalkan pada 2025
Kedua model tersebut dikenal sebagai SUV dengan kemampuan off-road serta sistem penggerak empat roda.