Kontroversi yang membayangi girl group K-pop NewJeans semakin memanas setelah Danielle dipastikan akan menghilang dari platform komunikasi resmi penggemar di tengah gugatan hukum senilai 43,1 miliar won atau sekitar Rp540,7 miliar. Perkembangan ini menambah panjang daftar polemik yang melibatkan sang idol dan agensinya, ADOR.
Pengumuman terbaru datang dari Phoning, layanan komunikasi penggemar yang dikelola bersama ADOR dan platform fandom global Weverse.
Dalam pemberitahuan resmi yang dirilis pada Selasa, pihak pengelola menyampaikan bahwa mereka akan melakukan reorganisasi sejumlah konten sebagai bagian dari pemeliharaan dan peningkatan layanan.
“Kami sangat menghargai cinta dan dukungan yang telah ditunjukkan para penggemar kepada NewJeans,” tulis pihak platform dalam pernyataan resminya dikutip Mashable Indonesia dari The Korea Times.
“Meski kami menghargai kenangan yang telah dibangun bersama antara artis dan penggemar, beberapa konten akan direorganisasi demi memberikan layanan yang lebih baik.”
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, seluruh riwayat percakapan yang melibatkan Danielle akan dihapus dari sistem. Penggemar hanya dapat mengakses arsip pesan itu hingga pukul 11.00 pagi pada 3 April. Setelah tenggat waktu tersebut, konten terkait Danielle tidak lagi tersedia di platform resmi.
Langkah ini terjadi di tengah perselisihan yang terus berkembang antara Danielle dan ADOR setelah kontrak eksklusifnya dihentikan. Pihak agensi sebelumnya menyatakan bahwa Danielle tidak lagi menjadi bagian dari NewJeans.
Keputusan itu memicu reaksi luas, terutama karena grup tersebut sedang berada dalam fase penting karier mereka di industri K-pop global.
Pada Desember tahun lalu, ADOR mengonfirmasi kembalinya dua anggota, Haerin dan Hyein, ke dalam naungan agensi. Hanni kemudian juga dilaporkan kembali bergabung, sementara proses diskusi dengan Minji masih berlangsung pada saat itu. Danielle menjadi satu-satunya anggota yang secara resmi dinyatakan keluar setelah kontraknya diputus.
Tak hanya pemutusan kontrak, konflik ini juga memasuki ranah hukum. ADOR mengajukan gugatan ganti rugi dan penalti senilai 43,1 miliar won terhadap Danielle, satu anggota keluarganya, serta mantan CEO agensi, Min Hee-jin.
Nilai gugatan tersebut setara sekitar Rp540,7 miliar, menjadikannya salah satu kasus hukum paling besar yang pernah melibatkan idol generasi terbaru di Korea Selatan.
Pihak Danielle telah menunjuk tim kuasa hukum untuk menghadapi gugatan tersebut. Meski detail pembelaan belum dipublikasikan, perwakilan hukumnya menyatakan tengah menyiapkan respons resmi atas tuntutan bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.
Proses hukum diperkirakan akan berjalan panjang dan berpotensi membuka berbagai fakta baru di persidangan.
Di tengah tekanan hukum dan sorotan publik, Danielle memilih tetap menjalin komunikasi langsung dengan penggemarnya melalui akun media sosial pribadi. Ia aktif melakukan siaran langsung dan membagikan pesan panjang mengenai situasi yang dihadapinya setelah hengkang dari grup.
“Saya berjuang sampai akhir untuk tetap bersama para anggota. Mereka adalah bagian dari diri saya,” tulis Danielle dalam salah satu suratnya kepada penggemar. “NewJeans akan selalu tinggal di hati saya.”
Pernyataan tersebut memicu gelombang simpati dari sebagian penggemar yang menyatakan dukungan terhadap langkah Danielle.
Namun di sisi lain, ada pula yang menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak agensi mengenai alasan detail di balik pemutusan kontrak dan besarnya nilai gugatan yang diajukan.
Dengan penghapusan konten Danielle dari platform resmi yang tinggal menghitung hari serta proses hukum bernilai sekitar Rp540,7 miliar yang terus bergulir, masa depan NewJeans kini menjadi sorotan utama publik dan industri hiburan.
Para penggemar dan pelaku industri sama-sama menantikan bagaimana sengketa ini akan diselesaikan dan dampaknya terhadap keberlangsungan grup ke depan.