Gelombang mudik Lebaran 2026 diproyeksikan kembali memecahkan rekor. Di tengah lonjakan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, mobil hybrid muncul sebagai “pemain baru” yang kian dominan di jalanan. Namun di balik efisiensi dan teknologi canggihnya, ada satu komponen krusial yang tak boleh disepelekan yaitu ban.
Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan masyarakat saat mudik 2026 mencapai 143,91 juta orang, atau setara 50,6 persen dari total penduduk Indonesia.
Dari jumlah itu, sekitar 76,24 juta orang diprediksi menggunakan kendaraan pribadi. Tekanan lalu lintas tinggi, jarak tempuh panjang, dan kondisi jalan yang beragam membuat kesiapan kendaraan menjadi isu keselamatan serius.
Menanggapi situasi tersebut, PT Bridgestone Tire Indonesia angkat suara. Produsen ban ini menegaskan bahwa pengguna mobil hybrid harus memberi perhatian ekstra pada kondisi ban sebelum memulai perjalanan mudik.
Berbeda dari mobil konvensional, kendaraan hybrid mengandalkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, yang membuat bobot kendaraan cenderung lebih berat. Konsekuensinya, beban kerja ban meningkat—mulai dari akselerasi, pengereman, hingga stabilitas saat melaju di kecepatan tinggi.
“Mudik Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat. Namun keselamatan tidak boleh dikompromikan. Pada mobil hybrid, ban berperan besar menjaga efisiensi energi sekaligus kendali kendaraan,” ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, di Jakarta Senin (02/03/2026).
Bridgestone Indonesia mengeluarkan sejumlah panduan jelang mudik, khususnya bagi pemilik mobil hybrid:
- Gunakan ban berhambatan gulir rendah (low rolling resistance) untuk menjaga efisiensi energi dan jarak tempuh.
- Cek tekanan angin secara rutin, minimal dua minggu sekali, dan pastikan sesuai rekomendasi pabrikan.
- Pastikan kondisi ban masih prima, dengan alur di atas batas TWI serta bebas retakan atau benjolan.
- Lakukan spooring dan balancing sebelum perjalanan jauh demi menjaga kestabilan kendaraan.
- Jangan lupakan ban cadangan, termasuk kondisi tekanan angin dan kelengkapan alat darurat.
Menurut Bridgestone, tekanan ban yang tidak ideal pada mobil hybrid tak hanya menurunkan efisiensi, tetapi juga meningkatkan risiko kehilangan kendali, terutama saat kendaraan membawa beban penuh selama mudik.
Tak berhenti pada imbauan, Bridgestone Indonesia juga memperkuat infrastruktur layanan. Jaringan TOMO (Toko Model Bridgestone) kini diperluas di sejumlah titik krusial jalur mudik, termasuk Banten, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.