PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera membuka rute baru menuju Bandara Soekarno-Hatta dari Blok M, Jakarta Selatan, sebagai tambahan akses transportasi publik menjelang arus mudik Lebaran.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, memastikan layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi sebelum periode libur Idul Fitri, setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak pengelola bandara.
“Kita sedang mempersiapkan rute ke Soekarno-Hatta. Minggu lalu kita sudah ketemu dengan Angkasa Pura. Kemarin MoU atau nota kesepahaman sudah, kami sudah tanda tangan,” ujar Welfizon dilansir Mashable Indonesia dari Antara.
Rute baru Transjakarta ke Bandara Soekarno-Hatta ini akan menjadi alternatif transportasi massal dengan tarif terjangkau bagi masyarakat yang hendak bepergian melalui bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
Layanan akan berangkat dari kawasan Blok M, kemudian melintasi Jalan Sudirman, area MPR/DPR, masuk ke jalan tol, dan berhenti di sejumlah halte tepi jalan sebelum mencapai area bandara.
Menurut Welfizon, skema pemberhentian bus dirancang berbeda dengan pola layanan koridor busway yang menggunakan halte di tengah jalan.
Untuk rute bandara ini, bus akan berhenti di halte-halte trotoar di sisi jalan guna memudahkan akses penumpang, terutama yang membawa barang bawaan.
Jenis armada yang digunakan adalah bus Metrotrans berwarna oranye dengan model lantai rendah atau low entry. Desain tersebut dinilai lebih ramah bagi penumpang dengan koper atau barang besar.
“Jadi Metrotrans yang warna oranye, yang lantai rendah, sehingga nanti mobilisasi koper dan segala macamnya itu relatif lebih mudah. Dan itu akan berhentinya nanti di pinggir, di halte-halte trotoar. Jadi tidak terkoneksi di tengah,” jelas Welfizon.
Kerja sama antara Transjakarta dan PT Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu kunci terealisasinya rute ini. Pihak bandara disebut memberikan dukungan penuh karena memiliki kepentingan yang sama dalam mengurangi kepadatan kendaraan pribadi yang masuk ke kawasan terminal.
Welfizon mengungkapkan bahwa tingginya penggunaan kendaraan pribadi oleh penumpang menjadi salah satu faktor kemacetan di area bandara. Berdasarkan data yang disampaikan pengelola, jumlah penumpang tahun lalu mencapai sekitar 50 juta orang, dan sebagian besar masih mengandalkan mobil pribadi.
“Karena masalahnya mereka itu juga kemacetan di terminal. Karena kalau kita lihat sekarang, disampaikan kemarin dari 50 juta penumpang tahun lalu, itu sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi,” kata Welfizon.
Dengan hadirnya rute Transjakarta Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, diharapkan terjadi pergeseran penggunaan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong mobilitas ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.
Terkait titik pemberhentian akhir di dalam kawasan bandara, Transjakarta masih melakukan pembahasan teknis bersama pengelola. Hal ini berkaitan dengan rencana optimalisasi layanan kereta layang atau kalayang yang menghubungkan antar-terminal di Bandara Soekarno-Hatta.
“Mereka mau mengutilisasi kalayangnya. Jadi ini yang lagi kita tentukan titiknya, perhentian bus Transjakarta di bandara. Tapi pada prinsipnya, pada saat pertemuan terakhir, mereka positif mendukung karena ini menjadi tambahan alternatif transportasi untuk bisa menuju ke bandara,” tutur Welfizon.
Untuk tahap awal operasional, jam layanan rute Transjakarta ke Bandara Soekarno-Hatta akan mengikuti jam reguler, yakni mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Penyesuaian jam operasional ke depan masih terbuka, bergantung pada pola penerbangan dan kebutuhan penumpang, terutama selama musim mudik Lebaran yang didominasi penerbangan domestik.
“Jam operasional nanti kita lihat sementara jam reguler dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam. Sambil nanti kita lihat penerbangan, karena mungkin rata-rata kalau mudik itu penerbangannya domestik ya. Kalau domestik kan relatif lebih banyak di siang,” ujarnya.
Dari sisi tarif, Welfizon memastikan harga tiket masih mengacu pada kebijakan tarif reguler Transjakarta, yaitu Rp3.500 untuk jam normal dan Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB.
“Soal tarif, sejauh ini masih dengan kebijakan tarif reguler, Rp3.500 dan Rp2.000 jam 5 sampai jam 7 pagi,” kata dia.
Kehadiran rute baru Transjakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta dari Blok M ini diharapkan menjadi solusi transportasi publik yang ekonomis, nyaman, dan efisien bagi warga Jakarta dan sekitarnya, khususnya menjelang lonjakan pergerakan penumpang saat Lebaran.
Dengan integrasi yang terus dimatangkan bersama pengelola bandara, layanan ini berpotensi menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.