Di tengah persaingan motor dan sepeda listrik, Kawasaki Heavy Industries mengumumkan pengembangan kendaraan personal berkaki empat berbasis listrik dan hidrogen bernama CORLEO. Perusahaan menegaskan proyek ini diarahkan ke tahap komersialisasi, bukan sekadar konsep pameran.
CORLEO pertama kali diperkenalkan dalam ajang Expo 2025 Osaka. Setelah debut tersebut, Kawasaki membentuk tim khusus “SAFE ADVENTURE” Business Development Team yang melapor langsung kepada presiden perusahaan untuk mempercepat pengembangan bisnis kendaraan tersebut.
Perusahaan juga membuka kemungkinan penggunaan CORLEO sebagai kendaraan mobilitas di lokasi Expo 2030 Riyadh, dengan target menampilkan prototipe fungsional secara global pada 2030.
Berbeda dari motor trail atau ATV listrik konvensional, CORLEO tidak menggunakan roda. Kendaraan ini dirancang dengan empat kaki robotik artikulatif untuk menjelajah medan pegunungan, jalur berbatu, hingga area dekat perairan.
Kaki belakang mengadopsi mekanisme swing-arm yang terinspirasi dari sistem suspensi sepeda motor. Struktur tersebut memungkinkan pergerakan vertikal independen guna meredam guncangan saat melintasi permukaan tidak rata.
Sistem kendali mengandalkan perpindahan bobot tubuh pengendara, menyerupai teknik berkuda, dengan dukungan sistem elektronik untuk menjaga stabilitas. Kawasaki menyebut pendekatan ini sebagai perpaduan teknologi robotika dan pengalaman pengembangan sepeda motor listrik.
Alih-alih mengandalkan baterai lithium-ion seperti mayoritas kendaraan listrik, CORLEO menggunakan hidrogen untuk menghasilkan listrik bagi sistem propulsinya. Strategi ini selaras dengan investasi jangka panjang Kawasaki dalam teknologi hidrogen.
Detail kapasitas daya dan jarak tempuh belum diumumkan. Namun perusahaan menekankan bahwa kendaraan dirancang untuk penggunaan off-road dan lingkungan yang sulit dijangkau kendaraan beroda.
Sebagai bagian dari strategi pengenalan produk, Kawasaki tengah mengembangkan simulator berkendara berbasis data gerak CORLEO. Model digitalnya ditargetkan masuk ke industri gim dan e-sports mulai 2027, sebelum prototipe fisik diperkenalkan secara luas.
Langkah ini menunjukkan pendekatan bertahap menuju komersialisasi, dimulai dari pengembangan teknologi, validasi konsep, hingga eksplorasi model bisnis.
Kawasaki menjadi salah satu dari sedikit perusahaan yang memiliki kapabilitas robotika dan sepeda motor dalam satu grup industri. Integrasi tersebut memungkinkan pengembangan kendaraan robotik yang dapat ditunggangi secara realistis.
Di tengah tren robot humanoid global, Kawasaki memilih pendekatan berbeda dengan membangun platform mobilitas non-humanoid untuk kebutuhan spesifik.
Meski masih dalam tahap pengembangan, pembentukan tim bisnis khusus dan target penggunaan di ajang internasional menandakan bahwa CORLEO diproyeksikan lebih dari sekadar proyek eksperimental.