Aktris Luna Maya memperkenalkan film horor terbarunya, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (26/02/26) malam.
Di bawah Stasiun MRT Blok M, ia tampil dengan penampilan berbeda yang memadukan aura mencekam dan elegan untuk mengumumkan bahwa film produksi Soraya Intercine Films tersebut akan tayang pada Lebaran 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
Kemunculan Luna langsung menyita perhatian pengunjung Blok M. Di lokasi yang dikenal sebagai salah satu titik paling ikonik di Jakarta, ia membuka poster berukuran besar bertuliskan judul film yang mengangkat kembali nama besar Suzzanna, legenda horor Tanah Air. Film ini disebut menjadi satu-satunya proyek layar lebar Luna sepanjang 2026.
Luna mengatakan, memilih Blok M sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai historis sekaligus daya tarik lintas generasi, sejalan dengan sosok Suzzanna yang dikenal luas oleh berbagai kalangan penonton.
“Beliau adalah seorang ikon, yang bisa dibilang menjadi salah satu tokoh ikonik di Indonesia, terutama di perfilman Indonesia. Dan sampai beliau sudah tidak ada pun masih terus diminati dan menjadi legenda,” ujar Luna saat menjelaskan alasannya menghidupkan kembali karakter tersebut di ruang publik yang ramai.
Dalam poster yang diperlihatkan, Luna tampil mengenakan roncean bunga melati, elemen visual yang selama ini identik dengan karakter Suzzanna di film-film terdahulu. Ia menilai detail tersebut bukan sekadar aksesori, melainkan simbol kuat yang langsung mengingatkan publik pada citra sang legenda.
“Bunga melati itu identik dengan Bunda Suzzanna. Saat syuting, bukan cuma dipakai seperti yang terlihat di poster, aku juga coba makan. Rasanya pahit, tapi aromanya wangi sekali,” kata Luna, mengenang pengalamannya selama proses produksi.
Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mengusung genre horor-aksi dan diproduseri oleh Sunil Soraya. Kursi sutradara dipercayakan kepada Azhar Kinoi Lubis, sementara naskah digarap oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya.
Selain Luna, film ini turut dibintangi oleh Reza Rahadian dan Clift Sangra, yang juga merupakan suami mendiang Suzzanna.
Berdasarkan sinopsis resmi, cerita berpusat pada Suzzanna yang terlibat dalam pusaran konflik dendam dan cinta. Ia dicintai Bisman, penguasa desa yang kejam dan haus kekuasaan. Demi ambisi, Bisman menyantet ayah Suzzanna hingga tewas.
Peristiwa itu mendorong Suzzanna mempelajari ilmu santet untuk membalas kematian sang ayah. Dalam perjalanannya, ia justru menyadari bahwa kekuatan Bisman jauh melampaui perkiraannya.
Di sisi lain, Suzzanna jatuh hati kepada Pramuja, pria taat agama yang tidak mengetahui rahasia kelam yang ia simpan. Situasi tersebut membuatnya berada di persimpangan antara meneruskan dendam atau mempertaruhkan segalanya demi cinta.
Luna berharap film ini menjadi pilihan utama masyarakat saat libur Lebaran 2026. Ia optimistis kisah yang dihadirkan mampu menawarkan pengalaman berbeda sekaligus membawa warisan karakter Suzzanna ke tingkat yang lebih luas.
Dengan pendekatan produksi yang lebih modern namun tetap menghormati akar klasiknya, film ini diproyeksikan menarik minat penonton lama maupun generasi baru.
Dari sisi industri, kehadiran SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menambah daftar film horor Indonesia yang memanfaatkan kekuatan intellectual property (IP) legendaris. Strategi ini dinilai efektif dalam menggabungkan nostalgia dan inovasi cerita.
Soraya Intercine Films pun menargetkan momentum Lebaran sebagai periode emas penayangan, mengingat tradisi menonton film bersama keluarga sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia setiap musim liburan panjang.
Dengan kombinasi nama besar, tema dendam dan cinta yang dramatis, serta sentuhan visual yang kuat, film ini diharapkan mampu mendominasi box office Lebaran 2026.
Luna menegaskan komitmennya untuk memberikan interpretasi yang menghormati sosok Suzzanna sekaligus relevan dengan selera penonton masa kini, menjadikan film ini salah satu rilisan horor Indonesia yang paling dinantikan tahun depan.