Marvel Cinematic Universe (MCU) bersiap memasuki fase penting berikutnya lewat film Avengers: Doomsday yang dijadwalkan tayang pada 2026.
Sorotan utama dalam proyek terbaru ini mengarah pada Thor, setelah aktor Chris Hemsworth secara terbuka memastikan bahwa karakter Dewa Petir tersebut belum akan mengakhiri perjalanannya dalam waktu dekat.
Dalam kemunculannya di podcast Smartless, Hemsworth mematahkan spekulasi yang menyebut Avengers: Doomsday bakal menjadi penampilan terakhirnya sebagai Thor. Ia menegaskan masih akan kembali memerankan sang Avenger dalam beberapa proyek mendatang.
“Kami punya beberapa ide untuk melakukan sesuatu yang cukup unik lagi,” ujar Hemsworth seperti dikutip Mashable Indonesia dari DisneyDining.
Ia juga mengungkapkan pandangan Presiden Kevin Feige terkait arah karakter tersebut. “[Feige] mengatakan ini keren karena penonton sekarang mengharapkan perubahan dramatis dari karakter itu. Dan apa pun yang kami lakukan selanjutnya, kami punya beberapa ide untuk membuat sesuatu yang cukup unik lagi dan semoga terasa berbeda.”
Pernyataan itu sekaligus menjawab rumor yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir, seiring langkah Marvel Studios menata ulang rencana jangka panjangnya di tengah ekspansi alur Multiverse.
Berbeda dengan Tony Stark maupun Steve Rogers yang sudah mengakhiri kisahnya, Thor masih menjadi bagian aktif dalam linimasa MCU dan diproyeksikan memegang peran penting dalam era berikutnya.
Teaser perdana Avengers: Doomsday yang dirilis menjelang akhir 2025 memperlihatkan pendekatan yang lebih serius terhadap karakter Thor. Jika dalam Thor: Love and Thunder (2022) nuansa komedi tampil dominan, kali ini atmosfer yang dibangun terasa lebih emosional dan reflektif.
Cuplikan tersebut menyoroti peran Thor sebagai ayah bagi Love, putri Gorr the God Butcher yang sebelumnya diperankan Christian Bale. Di layar, karakter Love dimainkan oleh India Rose Hemsworth, yang juga merupakan putri Hemsworth di kehidupan nyata.
Arah baru ini dinilai sebagai respons atas beragam tanggapan terhadap film solo Thor sebelumnya. Pada 2017, Thor: Ragnarok yang disutradarai Taika Waititi sukses besar secara komersial dan kreatif.
Film tersebut meninggalkan gaya megah klasik yang dibangun sejak Thor (2011) karya Kenneth Branagh dan Thor: The Dark World (2013) garapan Alan Taylor.
Sebagai gantinya, penonton disuguhi warna cerah, humor absurd, dan energi yang lebih ringan, formula yang berhasil menarik minat pasar global dengan pendapatan sekitar US$854 juta atau setara lebih dari Rp13 triliun (kurs sekitar Rp15.500 per dolar AS).
Namun, ketika Thor: Love and Thunder dirilis pada 2022 dengan pendekatan komedi yang lebih ekstrem, respons publik mulai terbelah.
Meski tetap meraih sekitar US$760 juta atau setara lebih dari Rp11,7 triliun di box office global, sebagian penonton merasa intensitas emosional karakter Thor berkurang. Sejumlah kritik menyebut keseimbangan antara drama dan humor tidak lagi seefektif sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat kemunculan teaser Avengers: Doomsday terasa signifikan. Banyak penggemar menilai Marvel sedang mengembalikan kompleksitas Thor sebagai sosok pejuang yang ditempa kehilangan, pengasingan, dan tanggung jawab besar.
Pendekatan ini mengingatkan pada penggambaran karakter dalam Avengers: Infinity War (2018), ketika Thor digambarkan berada di titik emosional paling rapuh sekaligus paling heroik.
Hemsworth sendiri sebelumnya menyatakan bahwa untuk terus melanjutkan perannya setelah Multiverse Saga, dibutuhkan perubahan yang sangat berbeda.
Komentar terbarunya memperkuat kesan bahwa Marvel tidak ingin sekadar mengulang pola lama, melainkan mencari cara baru agar karakter ini tetap relevan di tengah regenerasi para pahlawan MCU.
Keputusan mempertahankan Thor juga dinilai strategis. Di tengah absennya sejumlah karakter inti generasi pertama, Thor menjadi jembatan antara Infinity Saga dan fase berikutnya. Statusnya sebagai figur ayah bagi Love membuka peluang eksplorasi cerita lintas generasi yang masih jarang disentuh secara mendalam di MCU.
Dengan konfirmasi langsung dari Chris Hemsworth, spekulasi soal kematian Thor di Avengers: Doomsday untuk sementara dapat dikesampingkan. Fokus kini beralih pada bagaimana Marvel akan membentuk ulang perjalanan sang Dewa Petir.
Apakah film tersebut akan menjadi fondasi transformasi besar berikutnya atau justru memperdalam sisi emosional yang telah dibangun? Satu hal yang pasti: Thor masih menjadi bagian penting dari masa depan Marvel Cinematic Universe.