Fenomena mikrosleep atau tertidur sesaat saat berkendara disebut menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Malaysia.
Data Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) menunjukkan, kondisi ini berkontribusi terhadap sekitar 20 persen kecelakaan jalan raya setiap tahun, termasuk kecelakaan fatal.
Wakil Direktur Jenderal MIROS, Siti Zaharah Ishak, menjelaskan bahwa mikrosleep sangat dipengaruhi oleh jam biologis tubuh, terutama saat musim libur panjang. Periode tersebut biasanya diwarnai perjalanan jarak jauh, jam mengemudi yang lebih lama, serta pola berkendara yang berubah.
“Microsleep terjadi ketika seseorang kehilangan kesadaran secara singkat saat mengemudi. Dalam kondisi ini, mata bisa tetap terbuka, tetapi pengemudi tidak sepenuhnya sadar selama dua hingga 10 detik,” ujarnya seperti dikutip Bernama, Selasa (24/02/2026).
Menurut Siti Zaharah, risiko kecelakaan meningkat tajam saat musim perayaan. Proyeksi Malaysian Highway Authority mencatat, jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol dapat menembus lebih dari dua juta unit dalam periode tersebut.
“Volume lalu lintas yang padat, kelelahan, dan kurang istirahat menjadi kombinasi berbahaya bagi pengemudi,” katanya.
MIROS mengingatkan bahwa microsleep tidak datang secara tiba-tiba. Ada sejumlah tanda awal yang bisa dikenali, seperti gelisah atau sering mengubah posisi duduk, kecepatan kendaraan tidak konsisten serta sulit menjaga fokus di jalur yang sama.
Pengemudi disarankan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan waktu istirahat yang cukup, dan segera menepi jika mulai merasa mengantuk.
“Rata-rata orang membutuhkan sekitar tujuh jam tidur agar tubuh benar-benar segar, meski kualitas tidur juga sangat menentukan. Jika mengantuk, sebaiknya berhenti dan beristirahat di rest area,” tegas Siti Zaharah.
Selain beristirahat, pengemudi juga disarankan membuka jendela untuk mendapatkan udara segar. Dalam kondisi lalu lintas padat, penggunaan lampu atau klakson secara bijak dapat membantu menjaga kewaspadaan sekaligus memberi peringatan kepada pengguna jalan lain yang mungkin juga mengantuk.
Bahaya mikrosleep kembali menjadi sorotan setelah insiden kecelakaan pada 11 Februari 2026 di persimpangan lampu lalu lintas Padang Jambu, Melaka. Seorang pengendara motor tewas dan lima orang lainnya luka-luka setelah sebuah mobil yang dikemudikan pria berusia 35 tahun diduga mengalami mikrosleep.
Kepala Polisi Melaka Tengah, Christopher Patit, menyebut kendaraan tersebut oleng ke jalur berlawanan dan menabrak beberapa kendaraan sebelum akhirnya berhenti di persimpangan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kelelahan di balik kemudi bukan masalah sepele. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama saat musim liburan, kesadaran akan bahaya mikrosleep dinilai krusial untuk menekan angka kecelakaan dan menjaga keselamatan di jalan raya.