Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyatakan telah “mengambil tanggung jawab atas tindakannya” terkait hubungannya dengan mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein dalam sebuah pertemuan internal bersama karyawan yayasan filantropinya.
Pernyataan itu disampaikan langsung dalam forum town hall yang digelar untuk staf Bill & Melinda Gates Foundation, menyusul kembali mencuatnya sorotan publik setelah rilis dokumen oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Januari lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Gates berbicara terbuka menjawab berbagai pertanyaan karyawan, termasuk soal keterkaitannya dengan Epstein. Pihak yayasan menyebut Gates menyampaikan penjelasan secara rinci dan tidak menghindari isu sensitif yang berkembang.
“Bill berbicara secara terbuka dan menjawab sejumlah pertanyaan secara detail, serta mengambil tanggung jawab atas tindakannya,” demikian pernyataan resmi yayasan seperti dikutip Mashable Indonesia dari BBC.
Mengutip laporan The Wall Street Journal yang meninjau rekaman pertemuan itu, Gates mengakui bahwa menghabiskan waktu bersama Epstein merupakan kesalahan besar. Namun ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal.
“Saya tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Saya tidak melihat sesuatu yang melanggar hukum,” ujarnya di hadapan staf. Ia juga menambahkan, “Saya tidak pernah menghabiskan waktu dengan para korban atau perempuan-perempuan di sekitarnya.”
Nama Bill Gates kembali menjadi perhatian setelah dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files dipublikasikan pemerintah AS. Meski demikian, Gates tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran oleh korban-korban Epstein. Dalam forum internal itu, ia juga meminta maaf atas dampak yang timbul akibat relasinya dengan Epstein.
“Saya meminta maaf kepada orang lain yang terseret dalam hal ini karena kesalahan yang saya buat,” katanya.
Gates menjelaskan bahwa ia pertama kali bertemu Epstein pada 2011, beberapa tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas dakwaan meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur.
Ia mengakui mengetahui adanya pembatasan perjalanan terhadap Epstein selama sekitar 18 bulan, tetapi tidak melakukan pemeriksaan latar belakang secara menyeluruh. Hubungan tersebut berlanjut hingga 2014, termasuk pertemuan di luar negeri.
Meski demikian, Gates menekankan bahwa dirinya tidak pernah menginap dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.
Dalam pertemuan itu, Gates juga menyinggung keberatan mantan istrinya terhadap hubungan tersebut. Ia mengakui bahwa Melinda French Gates sejak awal bersikap skeptis.
“Untuk menghargainya, dia memang sejak awal cukup skeptis soal urusan Epstein,” ujar Gates seperti dikutip media AS.
Epstein disebut pernah menawarkan bantuan untuk menghubungkan Gates dengan sejumlah miliarder lain dan menggalang dana bagi proyek-proyek filantropi global yang sedang dijalankan yayasan. Namun yayasan menegaskan tidak pernah ada kerja sama resmi yang terwujud.
“Pada akhirnya, yayasan tidak menindaklanjuti kolaborasi apa pun dengan Epstein dan tidak pernah ada dana yang dibentuk. Dalam kondisi apa pun tidak pernah ada pembayaran keuangan dari yayasan kepada Epstein, dan ia juga tidak pernah bekerja untuk yayasan,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Isu ini turut mengungkit kembali dinamika pribadi Gates. Ia dan Melinda resmi bercerai pada 2021 setelah 27 tahun menikah. Dalam wawancara dengan NPR awal bulan ini, Melinda mengaku rilis terbaru dokumen Epstein memunculkan kembali kenangan pahit.
“Saya sangat bahagia bisa jauh dari semua kekacauan ini,” katanya. Ia menegaskan bahwa pertanyaan yang tersisa terkait hubungan tersebut bukan lagi tanggung jawabnya. “Apa pun pertanyaan yang masih ada, itu adalah pertanyaan untuk orang-orang tersebut dan untuk mantan suami saya. Mereka yang harus menjawabnya, bukan saya.”
Selain membahas relasinya dengan Epstein, Gates juga menjawab isu lain yang muncul dalam dokumen, termasuk tudingan dalam draf email yang menyebut dirinya tertular penyakit menular seksual dan berupaya menutupinya.
Juru bicaranya telah membantah keras klaim tersebut dan menyebutnya benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan media Australia 9News, Gates menyatakan interaksinya dengan Epstein terbatas pada pertemuan makan malam dan ia menyesali keputusannya.
“Saya menyesali setiap menit yang saya habiskan bersamanya. Saya minta maaf telah melakukan itu,” ujarnya.
Pertemuan internal yayasan ini menjadi upaya Gates untuk merespons langsung pertanyaan staf sekaligus menjaga kredibilitas organisasi filantropi yang selama ini berfokus pada isu kesehatan global, pendidikan, dan inovasi teknologi.
Di tengah sorotan publik, Gates menekankan bahwa ia bertanggung jawab atas penilaiannya di masa lalu dan berkomitmen memastikan yayasan tetap berjalan sesuai prinsip transparansi dan integritas.