Sebuah perusahaan manufaktur alat berat di China menjadi sorotan publik setelah membagikan bonus akhir tahun dalam jumlah fantastis kepada ribuan karyawannya.
Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. dilaporkan menggelontorkan total lebih dari 180 juta yuan atau sekitar Rp396 miliar (kurs kisaran Rp2.200 per yuan) kepada para pekerja dari laba perusahaan sebesar 270 juta yuan atau sekitar Rp594 miliar.
Pembagian bonus tersebut berlangsung dalam acara gala tahunan perusahaan pada 13 Februari yang dihadiri sekitar 7.000 orang. Manajemen bahkan menyiapkan 800 meja jamuan untuk menampung seluruh karyawan yang hadir. Di lokasi acara, lebih dari 60 juta yuan uang tunai atau sekitar Rp132 miliar dibagikan langsung.
Yang membuat publik terkejut bukan hanya jumlahnya, tetapi juga cara pembagiannya. Karyawan diundang naik ke panggung untuk mengambil hadiah mereka.
Dalam salah satu sesi interaktif, perusahaan menumpuk uang tunai di atas meja panjang dan para pekerja diminta menghitungnya sendiri. Berapa pun nominal yang berhasil mereka hitung dalam waktu yang ditentukan, uang tersebut boleh langsung dibawa pulang.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan para pekerja menghitung lembaran uang secara terburu-buru, sementara beberapa lainnya memeluk tumpukan uang di atas panggung. Bahkan ada karyawan yang terlihat kesulitan membawa uang karena terlalu banyak.
Pendiri sekaligus pemilik mayoritas perusahaan, Cui Peijun, juga sempat mengubah hadiah pada saat acara berlangsung. Ia memanggil tim keuangan di atas panggung dan berkata, “Mengapa kita memberikan mesin cuci? Apakah kalian pikir harga emas sudah naik? Tahun-tahun sebelumnya kita memberi kalung dan cincin, bawa uang tunainya dan berikan semua orang tambahan 20.000 yuan,” yang setara sekitar Rp44 juta per orang.
Jika digabung dengan bonus yang ditransfer secara daring setelah acara, total pembagian bonus melampaui 180 juta yuan atau sekitar Rp396 miliar. Artinya, hampir 70 persen laba perusahaan tahun 2025 dibagikan kepada karyawan.
Perusahaan yang berdiri sejak September 2002 itu bergerak sebagai produsen sekaligus penyedia layanan crane dan peralatan penanganan material. Produk dan jasanya telah digunakan di lebih dari 130 negara. Cui sendiri diketahui menguasai sekitar 98,88 persen saham perusahaan.
Ini bukan kali pertama perusahaan melakukan hal serupa. Pada 2024, Henan Kuangshan Crane mencatat laba bersih 260 juta yuan atau sekitar Rp572 miliar dan membagikan 170 juta yuan atau sekitar Rp374 miliar kepada karyawan.
Bahkan pada peringatan Hari Perempuan Internasional Maret tahun lalu, perusahaan membagikan hampir 1,6 juta yuan atau sekitar Rp3,5 miliar kepada 2.000 pekerja perempuan.
Kebiasaan tersebut membuat warganet menjuluki Cui sebagai bos yang paling suka membagikan uang. Namun ia membantah anggapan tersebut.
“Bukan karena saya suka membagikan uang, tetapi anak muda menanggung cicilan mobil dan rumah, dan bantuan sekecil apa pun dari kami akan sangat membantu,” ujarnya.
Aksi itu memicu reaksi luas di media sosial China. Banyak pengguna internet menyebutnya sebagai bos impian. Seorang warganet menulis, “Inilah Dewa Rezeki yang sesungguhnya di dunia manusia. Kami berharap akan ada lebih banyak perusahaan dan pengusaha seperti ini.”
Komentar lain berbunyi, “Bukankah ini lebih efektif daripada iklan? Perlakukan karyawan dengan baik dan mereka akan bekerja lebih keras, kualitas pun terjamin. Bos seperti ini pantas disebut teladan nasional.”
Warganet lainnya menambahkan, “Ini benar-benar bos impian orang lain. Dengan bonus akhir tahun seperti itu, siapa yang tidak ingin bekerja di sana?”
Fenomena pembagian bonus besar ini menjadi perbincangan karena jarang terjadi perusahaan membagikan sebagian besar laba kepada karyawan.
Selain memicu rasa iri, kebijakan tersebut juga dianggap sebagai strategi membangun loyalitas pekerja sekaligus meningkatkan citra perusahaan tanpa kampanye promosi besar.