ALVA mencatatkan tonggak penting dalam industri kendaraan listrik nasional setelah resmi memperoleh Sertifikat Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Capaian ini menjadikan ALVA sebagai pabrikan motor listrik pertama di Indonesia yang dinyatakan memenuhi standar kesiapan transformasi digital industri manufaktur oleh pemerintah.
Sertifikat INDI 4.0 diserahkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta. INDI 4.0 sendiri merupakan instrumen nasional untuk mengukur kesiapan industri manufaktur dalam mengadopsi konsep Industri 4.0, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020.
Pencapaian ini dinilai signifikan mengingat ALVA baru beroperasi kurang dari empat tahun. Namun demikian, perusahaan telah mampu membangun fondasi manufaktur berbasis digital yang sejajar dengan perusahaan besar dan mapan di sektor otomotif. Sertifikasi ini juga menegaskan bahwa ALVA telah siap mengimplementasikan smart manufacturing secara lebih komprehensif.
Dalam kunjungannya ke fasilitas smart manufacturing ALVA, Setia Diarta menilai perusahaan tersebut memiliki kesiapan yang menonjol dibanding pelaku industri lain. Ia menyoroti kelengkapan fasilitas produksi serta keberadaan pusat Research and Development (R&D) internal sebagai pembeda utama.
“Keberadaan R&D mandiri menjadi nilai tambah penting. Ini menunjukkan ALVA tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada inovasi dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Kami mendorong ALVA untuk melangkah ke tahap berikutnya dan menargetkan menjadi National Lighthouse INDI 4.0 pada 2026,” ujar Setia Diarta, di Jakarta, Senin (23/02/2026).
Sertifikasi INDI 4.0 menandakan sistem produksi ALVA telah terdigitalisasi dan terintegrasi, mulai dari proses manufaktur hingga pengendalian kualitas. Dampaknya, konsumen disebut akan memperoleh motor listrik dengan kualitas yang lebih presisi dan konsisten, sekaligus memungkinkan penerapan inovasi teknologi yang lebih cepat, termasuk pada efisiensi baterai dan fitur keselamatan.
Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha, menyatakan bahwa pengakuan ini memperkuat posisi ALVA dalam ekosistem mobilitas listrik nasional. “Sertifikat INDI 4.0 merupakan bukti komitmen kami dalam mengadopsi praktik terbaik Industri 4.0. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas digital untuk menghadirkan solusi mobilitas yang efisien, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, pencapaian ini membuka jalan bagi ALVA menuju status Champion INDI 4.0, sebelum berpotensi menjadi National Lighthouse, yakni predikat bagi perusahaan yang dijadikan acuan nasional dalam penerapan industri manufaktur berbasis digitalisasi terintegrasi. ALVA pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi motor listrik yang andal dan nyaman untuk penggunaan harian, sekaligus mendukung percepatan industri kendaraan listrik di Indonesia.