Di antara banyak karakter kuat dalam Jujutsu Kaisen, nama Yuki Tsukumo memiliki tempat yang unik. Ia bukan tokoh yang sering muncul, juga bukan karakter yang terus mengikuti alur utama sejak awal cerita.
Namun setiap kali penggemar membahas siapa penyihir paling mengerikan di seri karya Gege Akutami tersebut, Yuki hampir selalu masuk dalam daftar.
Bukan tanpa alasan, teknik kutukannya yang dikenal sebagai Star Rage dianggap sebagai salah satu kemampuan paling ekstrem yang pernah diperlihatkan dalam semesta Jujutsu Kaisen.
Dalam dunia cerita, hanya sedikit penyihir yang mencapai peringkat Special Grade atau Kelas Khusus. Gelar ini bukan sekadar label kekuatan, melainkan pengakuan bahwa seorang individu memiliki kemampuan yang begitu besar hingga secara teori mampu “mengambil alih seluruh negara sendirian,” baik karena kekuatan pribadi maupun sifat teknik kutukannya.
Yuki Tsukumo adalah salah satunya, berdiri sejajar dengan nama-nama besar lain yang selama ini dikenal sebagai simbol kekuatan tertinggi.
Menariknya, kekuatan Yuki tidak berasal dari teknik yang rumit atau penuh efek visual spektakuler. Justru konsepnya terdengar sederhana: menambahkan massa imajiner pada dirinya sendiri dan Shikigami miliknya, Garuda. Namun di tangan Yuki, konsep sederhana itu berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.
Star Rage membuat setiap gerakan fisiknya memiliki daya hancur luar biasa. Sebuah pukulan biasa bukan lagi sekadar pukulan, melainkan hantaman dengan energi yang setara kendaraan berat.
Untuk membayangkannya, satu serangan Yuki bisa menghantam sekeras truk, atau bahkan lebih keras lagi tergantung pada massa yang ia tambahkan pada dirinya. Efeknya bukan hanya meningkatkan kekuatan, tetapi mengubah hukum pertarungan itu sendiri.
Yang membuat teknik ini semakin menakutkan adalah fleksibilitasnya. Walau massa tubuhnya meningkat drastis, Yuki tetap mampu bergerak dengan relatif ringan.
Ia tidak langsung terhambat oleh beratnya sendiri sampai melewati batas tertentu. Artinya, ia bisa menyerang dengan kekuatan luar biasa tanpa harus mengorbankan kecepatan sepenuhnya.
Hal ini membuat banyak penggemar beranggapan bahwa secara kekuatan fisik murni, Yuki bahkan melampaui karakter legendaris seperti Gojo Satoru dan Sukuna. Keduanya memang lebih unggul secara keseluruhan karena penguasaan energi kutukan dan teknik kompleks, tetapi dalam hal daya pukul semata, Star Rage menempatkan Yuki pada level yang berbeda.
Kemampuan Yuki tidak berhenti di situ. Ia juga menguasai berbagai teknik tingkat tinggi, mulai dari Simple Domain hingga Reverse Cursed Technique.
Bahkan ia memiliki Domain Expansion, kemampuan yang dikenal sebagai puncak dari sihir Jujutsu dan hanya dapat digunakan oleh penyihir paling terampil. Sayangnya, kemampuan itu tidak pernah benar-benar diperlihatkan secara penuh di cerita.
Satu-satunya kesempatan penggemar melihat potensi maksimal Yuki adalah saat ia menghadapi Kenjaku, antagonis kuno dengan pengalaman lebih dari seribu tahun. Pertarungan tersebut menjadi bukti betapa berbahayanya Star Rage.
Kenjaku, yang memiliki banyak teknik dan pengalaman tempur, tetap kesulitan menghadapi tekanan serangan Yuki dan “nyaris menemui ajalnya beberapa kali dalam pertarungan itu.”
Yuki sebenarnya memiliki Domain Expansion, tetapi kondisi pertarungan membuatnya tidak efektif digunakan. Domain Kenjaku bertipe penghalang terbuka, sehingga penggunaan Domain Yuki kemungkinan hanya akan dihancurkan dari luar. Akibatnya, potensi terbesar tekniknya tidak pernah terlihat secara resmi di arena pertarungan.
Meski begitu, dugaan tentang Domain miliknya terus menarik perhatian penggemar. Jika Domain memperkuat teknik pengguna dengan serangan pasti mengenai target, maka Star Rage kemungkinan dapat memberikan massa tak terbatas tanpa konsekuensi pada dirinya, atau bahkan menimpakan massa tak terhingga kepada lawan.
Dalam situasi seperti itu, musuh bisa saja “terhimpit oleh beban massa luar biasa seperti serangga yang diremukkan.”
Momen paling mengejutkan datang di akhir pertarungan. Saat berada di ambang kematian, Yuki melakukan sesuatu yang jauh melampaui teknik apa pun yang pernah ia gunakan sebelumnya. Ia terus menambahkan massa pada tubuhnya tanpa batas. Tindakan itu akhirnya menciptakan singularitas dengan kepadatan tak terhingga—sebuah Lubang Hitam.
Secara teori, fenomena tersebut bisa menghancurkan dunia. Namun penghalang Tengen serta kehendak terakhir Yuki membatasi skalanya. Ia sengaja membuat versi kecil sebagai upaya terakhir mengalahkan Kenjaku. Tanpa kendali itu, kekuatannya berpotensi menelan seluruh dunia.
Warisan Yuki Tsukumo dalam Jujutsu Kaisen akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah. Ia mengubah cara penggemar memandang kekuatan di seri tersebut. Star Rage menunjukkan bahwa ancaman terbesar tidak selalu datang dari teknik paling rumit, melainkan dari konsep sederhana yang diterapkan sampai batas absolut. Dan dalam kasus Yuki, batas itu bahkan melampaui dunia itu sendiri.